Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

‘Diusir’ Dimana-Mana, Ahok Minta Penolak Kampanye Diproses Hukum

Pengamanan kepolisian di Kedoya Utara, Jakarta Barat, Kamis (10/11/2016). Dan Ahok diselamatkan dengan menggunakan angkot
Bagikan:

Hidayatullah.com–Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta agar massa yang menolak kedatangannya selama masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 diproses secara hukum.

“Saya kira massa yang tolak-tolak itu sudah tidak benar, harus segera diproses secara hukum,” kata Basuki di rumahnya, kawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2016) dikutip Antaranews.

Dalam penolakan yang dilakukan oleh sejumlah massa, pria yang lebih akrab disapa Ahok sehari-hari itu mengaku sering kali melihat anak-anak kecil dan ibu-ibu.

“Saya sering lihat ada anak-anak kecil dan ibu-ibu yang digerakkan untuk ikut tolak-tolak itu. Saya kira yang seperti itu sudah tidak benar. Jadi, harus diproses hukum,” ujar Ahok.

Lebih lanjut, calon gubernur DKI Jakarta bernomor urut dua itu mengungkapkan pihaknya telah melaporkan sejumlah masalah penolakan tersebut kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

“Kami sudah laporkan penolakan-penolakan itu ke Panwaslu. Lagi pula, pihak kepolisian juga sudah punya foto-foto dan rekaman video, siapa saja yang rusuh-rusuh sudah ketahuan,” ungkap Ahok.

Sebagaimana diketahui, pencoblosan Pilkada DKI Jakarta 2017 berlangsung 15 Februari 2017. Sedangkan  sejak 28 Oktober 2016 sampai  11 Februari 2017 masa kampanye.

Jika Ahok tidak Dihukum, Orang akan Bebas Menghina Agama

Dari tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur yang terdaftar dalam Piklada DKI 2017, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat paling sering ditolak warga DKI.

Sebelum ini, kampanye calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di kawasan Kedoya, Kebon Jeruk, ‎Jakarta Barat, terpaksa dibatalkan karena  puluhan warga menolak kedatangan Ahok.

“Tolak Ahok….Tolak Ahok, kami tak sudi kampung kami dimasuki kafir,” tutur pendemo di lokasi, Kamis (10/11/2016).

Ratusan petugas bersenjata lengkap, gabungan dari Sat Brimob, Sabhara Polres, dan Sabhara Polsek Kebon Jeruk tampak berjaga-jaga membentuk barisan sepanjang 50 meter di sisi menuju Jalan Panjang Kedoya.

Sebelumnya, hari Rabu (02/11/2016), Kedatangan Ahok di Rawa Belong, Jakarta Barat, juga dihadang sejumlah pengunjuk rasa.

“Kami menolak kedatangan penista agama,” ujar sekelompok massa dengan membawa kertas karton berisi tulisan penolakan.

“Ahok ngapain loe ke sini ?” teriak yang lain. “Usir Ahok!! Usir Ahok!!” ujar mereka.

Ahok sempat dilarikan naik Mikrolet ke Polsek Kebon Jeruk oleh timnya untuk menghindari para pendemo. Tim sendiri sudah melaporkan pengroyokan tersebut karena menyebabkan Dayat terluka dan dirawat di rumah sakit.

Selain Ahok, calon wakil gubernur DKI dari PDI-P, Djarot Saiful Hidayat-pun mendapat penolakan ketika berkampanye di Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (03/11/2016).

Bukan hanya di Cilincing saja, Djarot juga sempat mendapat penolakan oleh warga Kembangan Selatan saat berkampanye di Kembangan Utara, Jakarta Barat, Rabu (9/11/2016).*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

KPAI Dukung Pemerintah Terapkan Hukuman Mati Bagi Penjahat Narkoba

KPAI Dukung Pemerintah Terapkan Hukuman Mati Bagi Penjahat Narkoba

Pakar Hukum Tata Negara Tegaskan, Pasal Penodaan Agama Harus Tetap Ada

Pakar Hukum Tata Negara Tegaskan, Pasal Penodaan Agama Harus Tetap Ada

MUI Malut Dukung Hukuman Mati Bandar Narkoba

MUI Malut Dukung Hukuman Mati Bandar Narkoba

Batalkan Cuti Kampanye untuk Siapkan MTQ Nasional

Batalkan Cuti Kampanye untuk Siapkan MTQ Nasional

Pengelolaan Blok Mahakam oleh Pihak Asing Dinilai akan Rugikan Rakyat Indonesia

Pengelolaan Blok Mahakam oleh Pihak Asing Dinilai akan Rugikan Rakyat Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya