Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

PP Muhammadiyah Ajak Segenap Rakyat Kawal Proses Hukum Kasus Ahok

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan) bersama jajarannya jumpa pers usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Pusat Dakwah PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (08/11/2016).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengajak berbagai kalangan rakyat Indonesia, untuk mengawal proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas kasus dugaan penistaan agama.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Selasa (08/11/2016).

“Seluruh rakyat dan komponen bangsa termasuk media massa diharapkan pasca 4 November ini menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk mengawal kasus ini,” ujar Haedar.

“Agar (proses  hukum) betul-betul sesuai dengan rasa keadilan dan aspirasi umat Islam yang merasa, terasa, dan jiwa keagamaannya terganggu,” lanjutnya sebagaimana diulang dalam jumpa pers usai pertemuan dengan Presiden itu.

PP Muhammadiyah juga berharap dan mengajak kepada seluruh umat Islam untuk terus mengembangkan suasana damai.

“Sambil mengawal proses hukum ini secara demokratis, konstitusional, mengikuti koridor hukum, dan tetap bermartabat,” imbaunya.

Ahok Bertindak Gegabah

PP Muhammadiyah berharap agar kasus Ahok segera berakhir dan ada kata putus.

“Agar bangsa ini tidak tersandera oleh satu-dua orang yang bertindak gegabah di dalam kehidupan kebangsaan kita,” ujar Haedar didampingi segenap jajaran pengurus PP Muhammadiyah.

Presiden Jokowi dalam pertemuan itu menyampaikan penghargaan dan apresiasinya atas peran Muhammadiyah.

Khususnya dalam menjaga kondusivitas bangsa sebelum maupun saat Aksi Damai Bela Islam 4 November lalu.

Senin (07/11/2016) kemarin, Gubernur (non-aktif) DKI Jakarta Ahok menjalani pemeriksaan oleh Badan Reserse Kriminal Mabes Polri di Jakarta selaku terlapor atas kasus itu.

Diketahui, kasus ini bermula dari pernyataan Ahok yang menyinggung al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu (27/09/2016). MUI telah menyatakan pernyataan Ahok itu sebagai bentuk penghinaan terhadap al-Qur’an dan/atau ulama.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Komisioner HAM Temui Presiden Jokowi Bahas  Perpres Pendirian Rumah Ibadah

Komisioner HAM Temui Presiden Jokowi Bahas Perpres Pendirian Rumah Ibadah

Penyamaan Awal Ramadhan dan Syawal, Perlu Keseriusan Lebih Pemerintah

Penyamaan Awal Ramadhan dan Syawal, Perlu Keseriusan Lebih Pemerintah

Ketua MUI Palu: Idul Adha ‘Jalan’ Keshalehan Sosial Spiritual

Ketua MUI Palu: Idul Adha ‘Jalan’ Keshalehan Sosial Spiritual

Peneliti LIPI: Asal Usul NKRI dari Mosi Integral Natsir

Peneliti LIPI: Asal Usul NKRI dari Mosi Integral Natsir

Pemuda Muhammadiyah Bantah Humas Polri Terkait Kematian Siyono

Pemuda Muhammadiyah Bantah Humas Polri Terkait Kematian Siyono

Baca Juga

Berita Lainnya