Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Hanya 0,07 Persen Tayangan TV Mendidik, Kak Seto: Sangat Menyakitkan!

Rifa'i fadhly/hidayatullah.com
Seto Mulyadi alias Kak Seto.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pemerhati anak, Seto Mulyadi, mengatakan, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo), tayangan iklan dan sinetron lebih mendominasi isi siaran televisi di Indonesia.

Sementara tayangan yang edukatif tak sampai 1 persen.

Demikian disampaikan dalam konferensi pers Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2016 di Gedung KPI Pusat Jakarta, Senin (07/11/2016).

Kemana Arah Televisi di Era Rezim Media?

Pria yang akrab disapa Kak Seto ini memperinci data tersebut.

Katanya, tayangan iklan yang paling tinggi persentasenya, yaitu sekitar 40 persen. Disusul sinetron 30 persen, berita 15 persen, dan beberapa program tayangan televisi lainnya.

“Satu (program siaran) yang paling saya ingat yaitu pendidikan. Hanya 0,07 persen tayangan yang mendidik,” ungkap Kak Seto yang juga pakar pendidikan.

60 Persen Siswa Pernah Lihat Tayangan Pornografi

 

Menurut Kak Seto, fenomena seperti ini tentu sangatlah menyakitkan bagi para pendidik, maupun para aktivis pendidikan di Indonesia.

Bagaimana bisa, ungkap dia, tayangan televisi edukatif yang harusnya lebih banyak ditampilkan justru tak sampai dari angka 1 persen.

“Tentu, ini sangat menyakitkan bagi para pendidik!” tegas Kak Seto yang juga Dewan Juri Anugerah KPI 2016.

“Cuma saya lupa (datanya ini) tahun berapa,” ujarnya.

Anugerah KPI 2016 Disebut Bagian Evaluasi Program Siaran Televisi

KPI Pusat akan menggelar acara tahunan Anugerah KPI 2016. Puncak acaranya akanberlangsung di Studio 1 Trans Media, Jl Piere Tendean Jakarta, Kamis (10/11/2016) malam.

Turut hadir dalam konferensi pers itu Mayong Suryalaksono (Ketua Panitia Anugerah KPI 2016 dan Komisioner KPI Pusat) dan Syamsudin Noor (Dewan Juri Anugerah KPI 2016 Kategori Drama dan FTV).*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

BPJPH: Produk Bersertifikat Halal, Konsumen Tak Ragu Mengkonsumsi

BPJPH: Produk Bersertifikat Halal, Konsumen Tak Ragu Mengkonsumsi

Ahli Pidana: PK Ahok Tidak Memenuhi Alasan Yuridis

Ahli Pidana: PK Ahok Tidak Memenuhi Alasan Yuridis

Fahira: Para Haters Anies Jangan Sering Gol Bunuh Diri

Fahira: Para Haters Anies Jangan Sering Gol Bunuh Diri

DPR Sarankan Mendikbud Banyak Turun Lapangan Lihat Realitas Pendidikan

DPR Sarankan Mendikbud Banyak Turun Lapangan Lihat Realitas Pendidikan

MUI Sebut Aturan Berjilbab Bagi Polwan Sesuai Konstitusi Negara

MUI Sebut Aturan Berjilbab Bagi Polwan Sesuai Konstitusi Negara

Baca Juga

Berita Lainnya