Masa Kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017

Ahok Ditolak Warga Jakarta Dua Kali dalam Sepekan

Ahok mendapat penolakan saat berkampanye dengan blusukan di Jalan Ayub, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ahok pun dievakuasi pakai angkot.

Ahok Ditolak Warga Jakarta Dua Kali dalam Sepekan
Adrian Gilang/JPNN
Warga di Rawabelong, Jakarta Barat yang menolak kedatangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Rabu (02/11/2016).

Terkait

Hidayatullah.com– Dalam sepekan ini, calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok setidaknya sudah dua kali kedatangannya ditolak warga Jakarta.

Terakhir, Rabu (03/11/2016) kemarin, warga menolak kedatangan Ahok saat berkampanye dengan blusukan di Rawa Belong, Kecematan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Ahok pun dievakuasi dengan angkutan umum atau angkot.

Ahok Jadi Gubernur Ditolak Ribuan Warga Jakarta

Video kejadian itu menyebar di berbagai media sosial. Pantauan hidayatullah.com di situ, tampak Ahok berpakaian kotak-kotak berjalan bersama tim kampanyenya.

Sementara sekelompok warga berdemonstrasi menolak kedatangan Ahok. Mereka berteriak-teriak dan membawa sejumlah poster.

Kronologi

Dilaporkan Antara, Ahok tiba di lokasi sekitar pukul 16.10 WIB setelah menghadiri satu wawancara di salah satu stasiun TV swasta.

Setelah turun dari mobil, Ahok langsung mendatangi warung mie ayam dan dikabarkan disambut oleh warga. Ia menyalami anak-anak yang mendekat dan membiarkan ibu-ibu berswafoto dengannya.

Namun, setelah 10 menit blusukan dan Ahok memasuki jalan kecil bernama Jalan Ayup, lalu mendatangi pasar kaget. Tiba-tiba datang sekelompok warga berteriak menolak kedatangan Ahok.

Mereka juga membawa spanduk dengan bermacam pesan.

“Saya nolak, saya nolak,” ujar salah seorang warga. “Ahok ngapain loe ke sini ?” teriak yang lain. “Usir Ahok!! Usir Ahok!!” ujar mereka, dikutip ROL.

Bukit Duri Digusur, Warga Mengaku Tidak Akan Pilih Ahok

Tim kampanye pun sempat khawatir akan jalannya blusukan, namun Ahok tampak tidak memedulikan aksi unjuk rasa tersebut dan memilih berlalu.

Polisi dan beberapa warga tersebut sempat bersitegang. Sebab, beberapa warga berusaha maju ke arah Ahok yang sedang blusukan menyapa warga.

Menurut salah satu relawan Ahok-Djarot, dalam kejadian ini terdapat satu korban pemukulan. Korban tersebut merupakan Ketua RT 01 RW 07 bernama Dayat, yang dikabarkan dipukul saat ingin melerai aksi itu.

Ahok yang rencananya akan meninjau Sungai Sekretaris di daerah Jakarta, membatalkan blusukan-nya. Ia segera dievakuasi dengan angkot bersama para polisi menuju Polsek Kebon Jeruk.

Ahok dievakuasi pakai angkot karena diburu warga saat blusukan di Rawabelong, Jakarta Barat, Rabu (02/11/2016). [Dok. JPNN]

Ahok dievakuasi pakai angkot karena diburu warga saat blusukan di Rawa Belong, Jakarta Barat, Rabu (02/11/2016). [Dok. JPNN]

Ditolak Terkait Penistaan Agama

Diwartakan, dalam sepekan ini, Ahok sudah dua kali mengalami penolakan oleh sekelompok warga. Pada Senin (31/10/2016) lalu, blusukan Ahok di Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, ditolak warga.

Warga Tanjung Barat, Syuhada Al Aqso mengatakan, warga Jagakarsa menolak kampungnya diinjak oleh penista al-Qur’an. Warga Jagakarsa menolak kehadiran Ahok di kampung tersebut.

Aktivis Tionghoa Zeng Wei Jian: Ahok Menista Agama tak Bisa Ditolerir

Syuhada menuntut Ahok agar tidak dihadirkan lagi di Jagakarsa.

“Acara runtutan Ahok di Jagakarsa tadi itu pengkondisian dan settingan tanpa dikasih tahu warga sedikitpun,” ujar Syuhada di Srengseng Sawah.

Diketahui, masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 berlangsung mulai 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017. Sedang hari pemilihan dijadwalkan berlangsung 15 Februari 2017.

Terdapat tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur yang terdaftar dalam Piklada DKI 2017. Yaitu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Jika Gubernurnya Muslim dan Tidak Korupsi, Jakarta Diyakini Lebih Baik

Klaim Ahok

Ahok bereaksi atas kejadian itu. Klaim dia, sebelum muncul warga yang menolak, dia diterima dengan baik. Ia berpendapat, peristiwa yang dialaminya di Rawa Belong mencederai demokrasi di DKI.

“Masyarakat semua terima kok. Masyarakat penduduk asli terima kok. Mereka hanya segelintir orang yang menteriak-teriakkan itu,” klaim Ahok di Polsek Kebon Jeruk, dikutip ROL.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !