Jum'at, 26 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Nasional

Trending Topic #IndonesiaKitaBermaksiat, Netizen Ajak Bertaubat

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Poster ajakan bertaubat bagi pelaku maksiat dalam sebuah aksi turun jalan di Jakarta.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kamis (27/10/2016) ini ranah media sosial diramaikan dengan tanda pagar (tagar/hastag) #IndonesiaKitaBermaksiat.

Pantauan hidayatullah.com sekitar pukul 08.00 waktu di Jakarta, #IndonesiaKitaBermaksiat menjadi salah satu isu paling tren dibahas (trending topic) di Twitter.

Sejumlah netizen yang meramaikan tagar tersebut pun mengajak segenap kalangan masyarakat untuk bertaubat.

“Mari kita bertobat #IndonesiaKitaBermaksiat,” kicau akun denis pratama ‏@densuspratama.

Akun DAKWAH HARIAN ‏@dakwah_harian berkicau, “Kalau bermaksiat tiap hari terusss tobatnya kapan? Ayoo tobat sebelum terlambat  #IndonesiaKitaBermaksiat.”

Banyak pula netizen yang menghubungkan tagar itu dengan isu terkini di DKI Jakarta khususnya, terkait kasus penistaan agama.

Akun intifadha ‏@gilarbandoenx misalnya, menulis, “Saat penista Islam dan pembenci Islam merajalela, di situlah #IndonesiaKitaBermaksiat.” [Baca juga: MUI: Ahok Telah Menghina Al-Qur’an dan Ulama]

Bangundjakartaku ‏@djakartamb:

“Saat penista agama tidak dihukum disitulah #IndonesiaKitaBermaksiat.”

Netizen dengan akun Taufiqurokhman ‏@Taufiqurokhman_ mengingatkan:

“Indonesia tonggak demokrasi dan Muslim salah satu akar kuatnya di Indonesia. Makanya jangan #IndonesiaKitaBermaksiat.”

Akun ‏@Dinohandoko_ menulis:

“Pertanyaan terpenting, maukah kita bertaubat secara sempurna dan meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan yang ada? #IndonesiaKitaBermaksiat.”

Kuliah Twitter

Sementara, akun #IndonesiaMilikAllah ‏@INAMilikAllah berkicau panjang lewat kuliah di Twitter (kultwit):

“Maksiat/mak·si·at/ n perbuatan yang melanggar perintah Allah; perbuatan dosa (tercela, buruk, dan sebagainya) #IndonesiaKitaBermaksiat.

Al-Iman yazid wa yanqus (Iman bertambah dan berkurang). Demikian sabda Baginda Nabi Muhammad saw., #IndonesiaKitaBermaksiat.

Bentuk iman yang berkurang itulah yang biasa disebut dalam ranah maksiat. Di mana menjauhkan diri ketaqwaan #IndonesiaKitaBermaksiat.

Sadarkah kita, banyak aktivitas di negeri ini yang memang bermaksiat dan hampir-hampir kita menganggap kewajaran. #IndonesiaKitaBermaksiat.

Salah satu titik tekan kemaksiatan itu, di mana kita memisahkan agama dengan kehidupan, alias sekuler yg diemban. #IndonesiaKitaBermaksiat.

Dalam aturan ekonomi, ada riba yg dianggap wajar, Bursa Efek, termasuk nih saat menarik keuntungan bisnis haram. #IndonesiaKitaBermaksiat.

Dalam perkara kehidupan sosial, di mana ruang-ruang kemaksiatan dibuka, semisal lokalisasi, pacaran, lgbt dll #IndonesiaKitaBermaksiat.

Dalam bidang politik, seperti kekuasaan yang tak menjadikan islam sebagai rujukan, adalah kefatalan maksiat politik #IndonesiaKitaBermaksiat.

Pendidikan kita yang tidak menitik beratkan kepada pemahaman islam, menjadi kemaksiatan dalam pendidikan #IndonesiaKitaBermaksiat.

Dalam bidang hukum, membiarkan penghina nabi, al-quran dan islam bebas tanpa hukum, adalah kemaksiatan #IndonesiaKitaBermaksiat.

Maka bisa jadi ketika hukum membiarkan tidak #TangkapAhok, maka disanalah kemaksiatan hadir, #IndonesiaKitaBermaksiat.”

Pantauan media ini, hingga sekitar pukul 08.30 WIB, tagar tersebut masih menduduki jajaran trending topic Indonesia. [Baca juga: “Aksi Bela Islam” Desak Ahok Diproses Hukum Jadi Trending Topic]*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Santri Ditantang Jadi Wartawan, Media Pesantren Harus Berinovasi

Santri Ditantang Jadi Wartawan, Media Pesantren Harus Berinovasi

Aksi Hidayatullah di Monas: Keamanan, Kesehatan, dan Kebersihan

Aksi Hidayatullah di Monas: Keamanan, Kesehatan, dan Kebersihan

Orangtua Harus Bernyali Atasi Kejahatan Pornografi pada Anak

Orangtua Harus Bernyali Atasi Kejahatan Pornografi pada Anak

Gramedia Bakar Buku yang Dianggap Menghina Nabi

Gramedia Bakar Buku yang Dianggap Menghina Nabi

Ulama dan Umara Serukan Persatuan Umat untuk Indonesia

Ulama dan Umara Serukan Persatuan Umat untuk Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya