Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kasus Ahok Diduga Menista Agama Diminta tak Dikaitkan Pilkada

Bilal Tadzkir/hidayatullah.com
Ribuan umat Islam dalam aksi "bela Islam adili Ahok" di Bandung, Jawa Barat.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pihak-pihak yang terus berusaha mengaitkan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dengan Pilkada DKI Jakarta 2017 diminta untuk bersikap legowo.

“Taat hukum saja. Jangan dipaksa ditarik-tarik masuk ke wilayah abu-abu,” kata aktivis organisasi kepemudaan nasional, Soehardi Soekiman, dalam forum diskusi di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (25/10/2016).

“Inti masalahnya jelas, kok, tentang orang yang menista dan masyarakat banyak yang tersinggung,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, kata Soehardi. Semenjak dikeluarkannya pernyataan resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) –sebagai representasi umat Islam– soal kasus Ahok, semakin santer pihak-pihak tertentu mengaitkannya dengan MUI.

“Bahkan (muncul isu) MUI mau dibubarkan segala. Ini, kan, tidak realistis dan irasional sekali menurut saya,” kata Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Syabab Hidayatullah ini. [Baca juga: KH Ma’ruf Amin: MUI tidak Berpolitik, Ahok yang Masuk Ranah Agama]

Sayangkan Sikap Politisi

Soehardi pula menyayangkan sikap sejumlah pihak termasuk tokoh partai yang tidak sensitif dalam masalah dugaan penistaan agama Islam ini.

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto pasang badan untuk Ahok atas dugaan penistaan agama yang dilakukannya.

Setya menyebut pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu yang menyinggung Surat Al-Maidah tidak bermaksud mendiskreditkan umat Islam. [Baca juga: Ahok Dikecam Bilang “Jangan Percaya Dibohongi Pakai Surat Al-Maidah”]

Setya juga mengaku tidak akan melakukan evaluasi apa pun terkait langkah partainya yang mendukung Ahok.

Namun, mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung menilai Setya seharusnya menegur Ahok yang diprotes publik karena menyinggung al-Qur’an.

Menurut Akbar, Ahok memang telah salah menyampaikan sesuatu yang bukan menjadi wilayahnya.

Menurutnya, Setya sebagai orang yang dekat dengan Ahok seharusnya meminta Ahok untuk meminta maaf dan bukan justru membela kesalahannya. Ahok sebelumnya telah meminta maaf.

Pembelaan yang sama dilakukan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Ia mengklaim Ahok tidak melecehkan agama. [Baca juga: Ketua DPP Golkar Mundur, Tak Setuju Partainya Dukung Ahok-Djarot]*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Hilal Tidak Terlihat, Puasa Ramadhan 1435 H Mulai Ahad

Hilal Tidak Terlihat, Puasa Ramadhan 1435 H Mulai Ahad

Aksi Tolak RUU HIP, Ribuan Massa Shalat Berjamaah

Aksi Tolak RUU HIP, Ribuan Massa Shalat Berjamaah

Indonesia Bantu Pelestina, Ferry Nur: Semoga Mendapat Keberkahan

Indonesia Bantu Pelestina, Ferry Nur: Semoga Mendapat Keberkahan

MUI Sumbar: Haram Pilih Partai Penolak Perda Syariah

MUI Sumbar: Haram Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Jimly Assiddiqie: Mengabdi pada Negara tak harus Berkuasa

Jimly Assiddiqie: Mengabdi pada Negara tak harus Berkuasa

Baca Juga

Berita Lainnya