Senin, 18 Oktober 2021 / 11 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

[Foto] “Jumat Kemarahan” tanpa Kekerasan

Rifa'i Fadhly/hidayatullah.com
Aksi puluhan ribu massa menuntut polisi memproses hukum Ahok.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Umat Islam marah agamanya dinistakan. Tapi kemarahan itu diluapkan dengan tanpa kekerasan. Selain menempuh jalur hukum, mereka menggelar aksi-aksi damai di berbagai kota se-Indonesia, Jumat (14/10/2016).

Puluhan ribu kaum Muslimin dari berbagai kalangan, ormas, komunitas, dan pergerakan serentak melakukan aksi damai menuntut penghina agama agar diproses secara hukum. [Baca juga: ‘Jumat Kemarahan’, Umat Islam di Berbagai Kota Ingin Polisi Tangkap Ahok]

Yang paling mengesankan publik adalah aksi di ibukota negara, Jakarta. Perlu dicatat dan diingat! Sebagaimana dilaporkan, aksi ini berjalan damai dan tertib.

Massa menilai Ahok telah menodai Pancasila. [Foto: Zainal]

Massa menilai Ahok telah menodai Pancasila. [Foto: Zainal]

“Damai, nggak ada rusuh,” demikian reportase fotografer hidayatullah.com Rifa’i Fadhly.

Ini merupakan aksi umat Islam menuntut agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera diproses hukum.

Puluhan ribu massa dari berbagai ormas dan kalangan. [Foto: Zainal]

Puluhan ribu massa dari berbagai ormas dan kalangan. [Foto: Zainal]

Majelis Ulama Indonesia menyatakan Ahok telah menghina al-Qur’an terkait pernyataannya menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu (27/09/2016).

Foto-foto menunjukkan suasana penuh semangat puluhan ribu massa tersebut. Ribuan aparat keamanan diturunkan untuk mengawal aksi.

Massa tertib, aparat pun tenang. [Foto: Rifa'i]

Massa tertib, aparat pun tenang. [Foto: Rifa’i]

Berbagai tokoh nasional-politik-agama, hadir di sini, berjubel dengan massa usai shalat Jumat di Masjid Istiqlal. Seperti Amien Rais, Bachtiar Nasir, Abu Jibriel, anggota DPD RI Aziz Kahar Muzakkar, mantan senator Nursyamsa Hadis, dan sebagainya.

Tuntutan massa agar Ahok diproses hukum. [Foto: Zainal]

Tuntutan massa agar Ahok diproses hukum. [Foto: Zainal]

Massa kemudian bergerak menuju depan gedung Balaikota DKI Jakarta di Jl Medan Merdeka Selatan. Di sini, massa menggelar shalat ashar berjamaah.

Kontributor foto hidayatullah.com, M Zainal, melaporkan suasana aksi tersebut yang berjalan damai dan tertib.

Shalat ashar berjamaah di depan Balaikota DKI. [Foto: Rifa'i]

Shalat ashar berjamaah di depan Balaikota DKI. [Foto: Rifa’i]

Bahkan, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan dan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Teddy Lhaksamana, sempat berbaur dengan para pengunjuk rasa.

Rekaman video menunjukkan, keduanya tampak ikut bertakbir bersama umat Islam di dekat mobil komando.

Kapolda Metro Jaya mengapresiasi berjalannya aksi tanpa kekerasan tersebut.

“Alhamdulillah aksi demonya berjalan dengan damai,” ujarnya dari mobil komando didampingi Pangdam Jaya dan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, lapor Zainal.

Habib Rizieq bersama Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya di mobil komando. [Foto: Zainal]

Habib Rizieq bersama Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya di mobil komando. [Foto: Zainal]

Kapolda pun mengaku berjanji akan memeriksa Ahok. “Buktikan! Buktikan! Buktikan!” jawab massa berkoar. [Baca juga: Ketua Umum PBNU: Ahok Harus Diproses Hukum]

“Beberapa kali (massa) diingatkan melalui speaker di mobil komando untuk berhati-hati terhadap provokator. Sempat ada keributan di depan Balaikota, massa bergerak ke tengah (depan pagar). Tapi sebentar, (lalu) kembali kondusif. Sepertinya soal suara musik atau mereka sebut shalawatan itu,” lapor Rifa’i.

Berdoa di penghujung aksi. [Foto: Rifa'i]

Berdoa di penghujung aksi. [Foto: Rifa’i]

Aksi damai ini tersiar sampai ke dunia internasional. Sejumlah media massa asing seperti dari Turki, dikabarkan turut memuat berita aksi “Bela Islam Tangkap Ahok” tersebut. [Baca juga: Amien Rais: Pak Jokowi Jangan Lindungi Ahok]*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Jatim Dorong Semua Provinsi Keluarkan Fatwa Kesesatan Syiah

MUI Jatim Dorong Semua Provinsi Keluarkan Fatwa Kesesatan Syiah

Bali Tak Perlu Dipromosikan dengan Eat Pray Love

Bali Tak Perlu Dipromosikan dengan Eat Pray Love

Pengamat: #2019GantiPresiden Ditunggangi oleh Realitas Negeri ini

Pengamat: #2019GantiPresiden Ditunggangi oleh Realitas Negeri ini

disparitas hukum

Politisi PPP: Polisi Harus Proses Hukum Youtuber M Kece

Terlalu Besar, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag akan Dimekarkan

Terlalu Besar, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag akan Dimekarkan

Baca Juga

Berita Lainnya