Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Libatkan 40 Ribu Santri, Kemenag Canangkan Budaya Menulis Mushaf Al-Qur’an

Pencanangan Budaya Nasional Menulis Mushafa Al-Qur'an oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Rabu (12/10/2016).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kementerian Agama (Kemenag) menghelat Pencanangan Budaya Nasional Menulis Mushaf Al-Qur’an di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag, Jl MH Thamrin No 6, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Menandai itu, Menag Lukman Hakim Saifuddin meluncurkan mushaf al-Qur’an yang ditulis tangan oleh puluhan ribu santri pondok pesantren.

Penulisan mushaf tersebut dilakukan serentak di seluruh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi di Indonesia. Diawali dengan penulisan kalimat Basmalah oleh Menag.

“Mushaf al-Qur’an dari seluruh Indonesia yang merupakan hasil tulis tangan para santri pondok pesantren ini saya namakan dengan ‘Mushaf Santri’,” ujar Menag disambut apresiasi peserta penulisan mushaf di Kantor Kemenag dan peserta di sejumlah provinsi melalui video conference dikutip laman resmi kemenag.go.id.

Masing-masing Kanwil Kemenag melibatkan peserta utama sebanyak 608 santri dan peserta tambahan 608 santri alias berjumlah sekitar 1.216 santri. Diselenggarakan di 33 kanwil, total yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 40.128 santri.

Masing-masing santri itu menulis mushaf al-Qur’an 2 halaman dalam durasi sekitar 1 jam dan menghasilkan setidaknya 2 mushaf setiap provinsi. Sehingga, akan terkumpul 66 mushaf al-Qur’an dari seluruh Nusantara.

Mempelajari dan Mengamalkan Al-Qur’an

Hadir dalam acara pencanangan di Jakarta itu, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Islam Machasin, dan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Kemenag.

Kamaruddin Amin menyatakan, pencanangan itu bertujuan membudayakan masyarakat Indonesia untuk menulis, mempelajari, memahami, mengkaji, dan mengamalkan nilai-nilai al-Qur’an.

Pencanangan itu disebutnya sebagai salah satu solusi Kemenag dalam membangun karakter bangsa Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, kata Menag, keluarga besar Kemenag se-Tanah Air didukung para santri, juga bermaksud menyatukan tekad, menyamakan niat dan komitmen, untuk meneladani dan menginternalisasi kandungan al-Qur’an.

Menag berharap, Indonesia dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dikenal sebagai negara dengan warga negara yang punya keunggulan membaca al-Qur’an. Lebih dari itu, juga dikenal terbiasa menulis al-Qur’an, sehingga nilai-nilai di dalam kitab suci lebih terinternalisasi.

Penulisan mushaf al-Qur’an ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Kemenag dalam rangka peringatan Hari Santri tanggal 22 Oktober 2016 mendatang.

Peringatan itu akan digelar di Provinsi Banten. Berbarengan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) VIII yang rencananya dibuka resmi oleh Presiden Joko Widodo.

“Saya selaku Menteri Agama memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini, khususnya para santri kita yang telah ikut menyemarakkan peringatan Hari Santri,” ujar Menag.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Hilangnya Menghina Nabi, Jadi Kebebasan Beragama

Hilangnya Menghina Nabi, Jadi Kebebasan Beragama

Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Polisi Diminta Tidak Buru-buru Simpulkan Tersangka Orang Gila

Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Polisi Diminta Tidak Buru-buru Simpulkan Tersangka Orang Gila

Akunnya Dibajak, Dahnil: Mudahan Twitter Segera Bantu Normalkan

Akunnya Dibajak, Dahnil: Mudahan Twitter Segera Bantu Normalkan

Sebut Penampakan Tuhan Beragam, Gus Hamid Sebut Haidar Bagir Ngelamun

Sebut Penampakan Tuhan Beragam, Gus Hamid Sebut Haidar Bagir Ngelamun

Politisi PDI P Kritisi Pemerintah Lemah Awasi Keberadaan TKA di Indonesia

Politisi PDI P Kritisi Pemerintah Lemah Awasi Keberadaan TKA di Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya