Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Setelah Didesak Publik, Ahok Mengaku Minta Maaf

youtube
Video Ahok bilang “Jangan Percaya Dibohongi Pakai Surat Al-Maidah”.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Setelah terus didesak oleh berbagai kalangan publik terkhusus umat Islam, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya mengaku meminta maaf. Hal itu terkait ucapannya yang menyinggung al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51.

Gubernur DKI Jakarta ini mengakui jika ucapannya menimbulkan kegaduhan dan menyinggung perasaan umat Islam.

“Yang pasti, saya sampaikan kepada umat Islam atau orang yang tersinggung, saya mohon maaf,” ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10/2016) dikutip Antara.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, pada sebuah acara di Kepulauan Seribu (27/09/2016), Ahok membahas tentang rencana suatu program.

Ahok lalu mengaitkan rencana itu dengan agenda Pilkada DKI Jakarta 2017 dan posisi dirinya sebagai petahana non-Muslim.

Ia kepada warga mengatakan, “Jadi, jangan percaya sama orang, bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya. …Dibohongi pakai Surat Al-Maidah (ayat) 51 macem-macem itu. Itu hak bapak-ibu ya!” [Baca juga: Ahok Dikecam Bilang “Jangan Percaya Dibohongi Pakai Surat Al-Maidah”]

Di Balai Kota, Ahok mengaku dia tidak bermaksud menyinggung perasaan umat Islam apalagi sampai menistakan agama.

“Tidak ada maksud saya melecehkan al-Qur’an. Kalian bisa lihat suasananya seperti apa,” akunya.

Menurut pengakuannya, Ahok saat itu menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 dengan harapan tidak ada warga yang salah menafsirkan.

“Orang Pulau Seribu pun tidak ada satu pun yang tersinggung, kami tertawa-tawa kok. Niatnya waktu itu hanya ingin menunjukkan, sebetulnya saya nggak mau orang yang punya tafsiran seperti itu bingung,” ujarnya.

Namun dia akhirnya mengaku menyadari bahwa agama, menurutnya, adalah urusan pribadi yang tidak boleh dibicarakan di hadapan publik secara luas.

“Makanya saya mengerti sekali. Ini memang urusan pribadi, tafsiran pribadi, semua orang punya hak yang sama. Urusan agama adalah pribadi jangan dikeluarkan di publik,” ujarnya.

“Saya bukan anti-Islam,” klaimnya.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, berbagai kalangan umat Islam mendesak Ahok untuk segera meminta maaf atas ucapannya tersebut. Baik desakan dari ormas Islam maupun para tokoh agama.

“Sebaiknya kita ingatkan saudara Ahok bahwa perbuatan ini perbuatan yang sangat salah. (Ahok) dianjurkan untuk memohon maaf secara terbuka kepada umat Islam, diakui dengan jujur, dan tidak boleh mengulanginya lagi.

Dan andai pun sudah meminta maaf terbuka, umat Islam adalah pemaaf,” ujar dai kondang KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) melalui tayangan video resminya diunggah pada Jumat (07/10/2016). [Baca: Aa Gym: Pernyataan Ahok Tercela, Dianjurkan Minta Maaf]

Pernyataan Ahok tersebut menimbulkan kecaman publik dari berbagai pihak. Sebuah petisi muncul meminta Ahok tidak melecehkan al-Qur’an. Berbagai ormas Islam pun melaporkan Ahok ke kepolisian.

Mengaku Ditegur Keras oleh MUI

Selain pengakuan maaf, Ahok juga mengaku menerima peringatan keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta terkait ucapannya soal Al-Maidah:51 yang menyinggung perasaan umat Islam tersebut.

“MUI DKI juga sudah tulis surat memberikan peringatan keras yang meminta saya fokus untuk kemaslahatan umat. Jangan bicara tafsiran agama yang sensitif,” ujar Ahok. [Baca juga: MUI akan Keluarkan Pendapat tentang Ahok dan Menyampaikannya ke Kapolri]

Diwartakan Antara, dalam surat teguran tertanggal 9 Oktober 2016 yang ditandatangani Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Syarifuddin Abdul Gani dan Sekretaris Umum KH Zulfa Mustofa itu, disampaikan lima poin teguran kepada Ahok.

Pertama, MUI menegur Ahok supaya tidak melakukan perbuatan dan menyampaikan pernyataan atau komentar yang dapat meresahkan kehidupan masyarakat DKI Jakarta umumnya, dan kaum Muslimin khususnya.

Kedua, MUI minta Ahok tidak masuk ke area perbincangan yang bukan menjadi kewenangan tugas. Seperti pernyataan yang dikategorikan penghinaan dan hasutan serta penyebaran kebencian di kalangan umat Islam khususnya, dan warga DKI Jakarta umumnya.

Ketiga, MUI minta Ahok tidak lagi melakukan tindakan atau menyampaikan perkataan yang dianggap meremehkan umat Islam atau para ulama. Seperti, menyatakan bahwa umat Islam dibohongi dengan al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat ke- 51.

Selanjutnya, MUI meminta Ahok menarik perkataannya yang menganggap Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) sebagai pelecehan yang dilakukan umat Islam.

Terakhir, MUI meminta Ahok fokus pada tugas utamanya untuk memajukan DKI Jakarta, dan meningkatkan kesejahteraan warganya. [Baca juga: Nasihat Anies kepada Ahok: Hormati Ayat Suci, Jaga Ketenangan]*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Redam Isu Pemekaran, PII Usulkan Ibu Kota Aceh Pindah ke Takengon

Redam Isu Pemekaran, PII Usulkan Ibu Kota Aceh Pindah ke Takengon

Komitmen MUI Perteguh Penguatan Ukhuwah

Komitmen MUI Perteguh Penguatan Ukhuwah

Innalillahi… Prof Yunahar Ilyas Wafat

Innalillahi… Prof Yunahar Ilyas Wafat

Artis Erotis Jadi Calon Bupati, Konsekuensi Demokrasi

Artis Erotis Jadi Calon Bupati, Konsekuensi Demokrasi

PWNU Jatim Minta Pelaku Penembakan Diadili

PWNU Jatim Minta Pelaku Penembakan Diadili

Baca Juga

Berita Lainnya