Sabtu, 13 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Beli Indonesia: Penting Membangun Pasar Bagi Pelaku Usaha Dalam Negeri

rifa'i fadhly/hidayatullah.com
Heppy Trenggono membuka Kongres Beli Indonesia 2016 di Gedung Smesco, Jakarta, Senin (03/10/2016).
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pimpinan gerakan Beli Indonesia, Heppy Trenggono mengatakan, berdasarkan pengalaman gerakan Beli Indoensia di banyak daerah, bahwa hal penting dalam kelangsungan ekonomi rakyat tidak saja soal faktor industri tetapi lebih bagaimana pasar yang menunjang.

Ia mencontohkan, banyaknya petani di daerah yang bangkrut dikarenakan harga hasil panen yang rendah disebabkan penentuan harga oleh pasar.

“Itulah yang disebut pasar, pasar yang menentukan,” ujar Heppy saat membuka acara Kongres dan Pameran Beli Indonesia di Gedung Semsco, Jakarta, Senin (03/10/2016).

Untuk itu, pria yang juga Ketua Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) ini meyakini, membangun ekonomi rakyat tidak diawali oleh industrinya, tetapi dengan membangun terlebih dahulu pasarnya.

Ia menyebut, sudah banyak juga pelatihan, pembinaan, dan pemberian modal yang diberikan berbagai pihak kepada pelaku usaha. Namun banyak dari pelaku usaha tersebut yang tenggelam usahanya.

“Kenapa mereka ini pada hilang, karena pasarnya tidak disiapkan juga,” katanya.

Untuk itu, sambung Heppy, ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk membangun pasar, diantaranya dengan membeli produk buatan Indonesia.

“Tidak ada bangsa di dunia yang tidak membela produknya sendiri. Tapi membeli produk sendiri bukan persoalan mudah, ini soal pembangunan karakter,” jelasnya.

Bela Produk Anak Bangsa, Kongres “Beli Indonesia” Digelar

Selanjutnya, kata dia, dengan membela bangsa Indonesia. Artinya adalah agar tidak anti Indonesia.

“Apa sih yang dibanggakan dari tas merk luar negeri misalnya. Dan produk kita juga bukan cuma kerajinan. Seolah buatan Indonesia itu hanya angklung, batik, dan yang unik lainnya,” tukasnya.

Heppy mengungkapkan, menurutnya, globalisasi bukan berarti sampai meninggalkan nasionalisme, termasuk soal membela produk bangsa sendiri.

Ia juga menambahkan, bahwa produk Indonesia tidak kalah saing dengan produk luar. Walaupun tidak semua barang mampu diproduksi oleh pelaku usaha dalam negeri, tetapi, kata dia, harus dimulai dari yang ada dan yang dimiliki saat ini.

“Kalau ada, ya pakai punya kita sendiri. Indonesia ini tidak dikondisikan untuk belain produknya sendiri. Itu masalahnya,” tandasnya.

“Oleh karena itu, gerakan Beli Indonesia ini gerakan moral, bukan profit oriented. Kita ingin melihat anak-anak Indonesia itu menjadi pelaku ekonomi di negerinya sendiri,” pungkas Heppy.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Menteri ATR/BPN Sambut Baik Rancangan Qanun Pertanahan Aceh

Menteri ATR/BPN Sambut Baik Rancangan Qanun Pertanahan Aceh

NATO Terlibat Penghancurkan Rumah Qadhafi di Tripoli

NATO Terlibat Penghancurkan Rumah Qadhafi di Tripoli

Aksi FSLDK Surabaya Raya Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsha

Aksi FSLDK Surabaya Raya Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsha

Longsor Dua Kali di Sumedang, 11 Warga Meninggal

Longsor Dua Kali di Sumedang, 11 Warga Meninggal

Amalia Fauzia: Baznas Belum Siap Jadi Sentralisasi Pengelolaan Zakat

Amalia Fauzia: Baznas Belum Siap Jadi Sentralisasi Pengelolaan Zakat

Baca Juga

Berita Lainnya