Jelang Pilkada DKI Jakarta 2017

PDI-P Dinilai Abaikan Wong Cilik dan Ajaran Soekarno karena Dukung Ahok

Banyak kebijakan Gubernur Ahok yang dinilai tidak pro wong cilik. Di antaranya penggusuran pemukiman penduduk di Penjaringan, Jakarta Utara.

PDI-P Dinilai Abaikan Wong Cilik dan Ajaran Soekarno karena Dukung Ahok
ilustrasi
Ir Soekarno.

Terkait

Hidayatullah.com– PDI-P telah tunduk pada kepentingan pemodal dan tak berpihak pada rakyat kecil (wong cilik). Sebab PDI-P telah mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Penilaian yang disebut mewakili umat itu disampaikan Pengawal Risalah Istiqlal (PERISAI), menyikapi konstelasi politik saat ini jelang Pilkada DKI Jakarta 2017. [Baca juga: Resmi Dukung Ahok, Hasto: Ideologi Ahok-Jarot Sejalan dengan PDI-P]

“PDI-P telah meninggalkan ajaran Soekarno dengan mengabaikan perasaan rakyat kecil yang secara terstruktur mengalami penggusuran dan peminggiran dari Jakarta,” ujar Juru Bicara PERISAI KH Bachtiar Nasir melalui siaran pers kepada hidayatullah.com di Jakarta, baru-baru ini.

Selama menjabat sebagai Gubernur Jakarta, seperti diketahui, banyak kebijakan Ahok yang dinilai tidak pro wong cilik. Di antaranya penggusuran pemukiman penduduk di Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurut PERISAI, arah politik PDI-P telah bergeser jauh dari visi-misinya dengan meninggalkan basis massa terbesarnya yaitu wong cilik. PDI-P dinilai memilih lebih nyaman berada di belakang para pemilik modal.

“PDI-P tidak lagi bersama-sama dengan mereka yang telah mendukung dan membesarkannya,” ujarnya.

Mengingatkan Risalah Istiqlal

Sementara itu, Jumat (23/09/2016) tadi malam, dua pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta penantang Ahok-Djarot, yaitu Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mendaftarkan diri ke KPU DKI Jakarta. [Baca: Anies-Sandiaga dan Agus-Sylviana Pasangan Penantang Ahok-Djarot]

PERISAI berharap, pasangan penantang petahana mampu mendatangkan kebaikan yang lebih banyak untuk masyarakat Jakarta jika terpilih nanti.

“(Yaitu) pasangan yang lebih memberi kasih sayang kepada masyarakat kecil,” ujarnya.

Selain itu, kepada para parpol, masyarakat, dan semua pihak khususnya umat Islam di Jakarta, PERISAI menyerukan agar Risalah Istiqlal dapat dijadikan pegangan.

Risalah Istiqlal, yang berisi 9 poin, disampaikan pada “Silaturahim Akbar dan Doa untuk Kepemimpinan Ibu Kota” di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (18/09/2016).

Di antara poinnya adalah “Mengimbau kepada partai yang mengusung calon non Muslim untuk mencabut dukungannya. Apabila tidak mengindahkan imbauan ini agar diserukan kepada umat untuk tidak memilih partai tersebut.” [Baca: Silaturahim Akbar Umat Islam Hasilkan “Risalah Istiqlal”]

“Insya Allah pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala akan datang untuk memenangkan pilihan umat,” ujar Bachtiar berharap. PERISAI merupakan gabungan elemen-elemen gerakan Islam.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !