Senin, 27 September 2021 / 19 Safar 1443 H

Nasional

IMM: Temuan PPATK Bukti Terorisme di Indonesia Diciptakan Asing

Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman, Fitrah Bukhari
Bagikan:

Hidayatullah.com-Laporan PPATK tentang adanya dana asing masuk ke Indonesia untuk pendanaan terorisme merupakan jawaban atas kecurigaan publik selama ini bahwa terorisme di Indonesia diciptakangan asing.

Sebelumnya, Kepala PPATK merilis negara-negara yang diduga menjadi asal sumber pendanaan jaringan terorisme di Indonesia.

Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman, Fitrah Bukhari mengatakan Hal ini bukti bahwa terorisme di Indonesia memang sengaja diciptakan dan dipelihara pihak-pihak tertentu untuk menangguk untung.

“Banyak yang mendapat untung dari isu terorisme di tengah keawaman publik terhadap isu-isu teroris, dengan memanfaatkan phobia publik pada terorisme,” kata Fitrah Bukhari dalam rilisnya Ahad (11/09/2016).

Di tengah laporan PPATK tersebut, terdapat temuan yakni Indonesia juga diduga menjadi jembatan guna mengirim pasokan dana bagi pembiayaan terorisme di negara lain.

“Pemerintah dalam hal ini harus tegas. Pertama, PPATK harus bertindak dengan mengajukan pemblokiran rekening-rekening yang terbukti digunakan menjadi penyimpan dana operasional bagi gerakan-gerakan teroris,” tambah mahasiswa Program Doktor Hukum UII ini.

Menurut IMM, PPATK juga melaporkan bahwa modus yang dilakukan pelaku salah satunya adalah melalui jalur pernikahan, kemudian membuka rekening lewat pasangan pelaku. Karenanya, Kementerian Agama perlu dilibatkan dalam pmberantasan terorisme.

“Hal ini harusnya dapat diantisipasi dengan meningkatkan pengawasan melalui KUA yang ada di kecamatan masing-masing,” jelas Fitrah.

KUA dapat dilibatkan untuk melakukan mapping atau melaporkan pada pihak intelijen jika terdapat hal-hal yang mencurigakan di tengah-tengah masyarakat.

“Perlu mengoptimalkan KUA sebagai ujung tombak Kementerian Agama yang paling bersentuhan langsung dengan masyarakat”, Tandas Fitrah Bukhari.

Akhir tahun lalu PPATK menemukan aliran dana sebesar tujuh milliar rupiah yang diduga akan digunakan jaringan terorisme. Dana itu terlacak setelah PPATK berkerjasama dengan Australian Transaction Report and Analysis Center (AUSTRAC). Saat itu PPATK bersama AUSTRAC mendeteksi aliran dana tersebut dari warga Australia kepada salah satu yayasan di Indonesia, dengan modus berkedok amal.*

Rep: Ahmad
Editor: Admin Hidcom

Bagikan:

Berita Terkait

RUU Prolegnas Prioritas

RUU Minol Masuk Prolegnas Prioritas 2021, Ini Harapan Anggota DPR

MUI : Aksi Kekerasan Jangan Saling Dikaitkan

MUI : Aksi Kekerasan Jangan Saling Dikaitkan

PBNU Tolak Upaya Persenjatai Satpol PP

PBNU Tolak Upaya Persenjatai Satpol PP

Pintu Masuk ke Indonesia Harus Diperketat Cegah Covid-19

Pintu Masuk ke Indonesia Harus Diperketat Cegah Covid-19

Istri Surya Tegar Dengar Kabar Suaminya

Istri Surya Tegar Dengar Kabar Suaminya

Baca Juga

Berita Lainnya