Sabtu, 13 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih Pertama di Indonesia Diresmikan

IST
Sebagian komplek Pondok Pesantren An Nawawi, Tanara, Banten
Bagikan:

Hidayatulla.com – Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih (STIF) yang pertama kali di Indonesia berlokasi di di Pondok Pesantren An Nawawi, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, resmi diluncurkan pada Sabtu pekan lalu.

Secara resmi Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih Syeikh Nawawi Tanara (STIF SYENTRA) yang digagas Ketua Umum MUI Pusat KH Maruf Amin ini, diluncurkan (dilaunching) di Kampus Kompleks Pesantren tersebut.

KH Maruf Amin yang juga Ketua Dewan Pembina STIF Syeh Nawawi Tanara tersebut mengatakan, sekolah tinggi ilmu Fiqih Syeikh Nawawi Tanara merupakan satu-satunya sekolah tinggi ilmu fiqih yang ada di Indonesia.

“Ini merupakan program menyeluruh dari program pendidikan di pesantren Annawawi Tanara. Kami mencita-citakan pesantren 12 tahun, untuk melahirkan pada calon ulama dan kiai,” kata KH Makruf Amin saat Launching sekolah tinggi tersebut dilansir Antara dan dihimpun hidayatullah.com, Selasa (06/09/2016).

Kiai Makruf berharap, dengan adanya sekolah tersebut bisa melahirkan para calon ulama dan kiai, yang bisa berfikir global dan internasional untuk menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.

“Kami mendirikan perguruan tinggi ilmu Fiqih karena masih jarang ahli Fiqih. Kami terinspirasi dengan kebesaran nama Syeikh Nawawi Al-Bantani yang sudah mendunia,” katanya.

Ia mengatakan, ilmu yang dikembangkan di perguruan tinggi ilmu Fiqih tersebut yakni Fiqih muamalah yakni hukum ekonomi syariah dan hukum keluarga atau akhwal syahsiyyah.

“Karena perkembangan kehidupan sangat dinamis, sehingga perlu ada penyegaran dan ijtihad baru. Ini adalah inovasi, selama ini banyak persoalan yang berkembang dan kekinian membutuhkan fatwa ulama dan penguatan,” kata KH Maruf Amin.

Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat dan Banten Prof Dr H Mahmud mengatakan dengan adanya Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih tersebut diharapkan menjadi inspirasi dan pendorong bagi pihak lain untuk mendirikan sekolah tinggi yang memiliki kekhususan atau lebih spesifik seperti sekolah tinggi ilmu tafsir, hadis dan lainnya.

Bahkan, lanjut dia, jika memungkinkan bisa ada Fiqih lalu-lintas untuk mengurangi kemacetan di perkotaan.

Pihaknya juga berharap sekolah tersebut tidak hanya pada jenjang S1 tapi bisa terus ditingkatkan sampai S3.

“Dari perguruan tinggi ilmu Fiqih ini, mudah-mudahan ke depan akan lahir Nawawi-Nawawi muda yang siap berkontribusi untuk membangun negeri ini,” kata Mahmud.*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

PP Persis Dukung Aksi Kesiagaan Waspadai Komunisme

PP Persis Dukung Aksi Kesiagaan Waspadai Komunisme

YLKI: Tarif Tiket Pesawat Turun di Waktu Tertentu Cuma Kamuflase

YLKI: Tarif Tiket Pesawat Turun di Waktu Tertentu Cuma Kamuflase

Dibutuhkan, Ulama’ yang Responsif terhadap Tantangan Kontemporer

Dibutuhkan, Ulama’ yang Responsif terhadap Tantangan Kontemporer

Presiden SBY keluarkan Inpres Lawan Kekerasan Seksual pada Anak

Presiden SBY keluarkan Inpres Lawan Kekerasan Seksual pada Anak

Sambangi KH Ma’ruf, Kornas Fokal IMM Sampaikan Ketegasan atas Sikap Ahok

Sambangi KH Ma’ruf, Kornas Fokal IMM Sampaikan Ketegasan atas Sikap Ahok

Baca Juga

Berita Lainnya