Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Soal Curhatan Freddy Budiman, Pemerintah Harus Lebih Serius Berantas Narkoba

Penampilan Fredy Budiman berpeci hitam dan berjenggot menjelang dihukum mati
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pengakuan Freddy Budiman soal keterlibatan oknum BNN, Polri dan Bea Cukai dalam jaringan narkoba di Indonesia cukup mengejutkan. Pemerintah diminta lebih serius memberantas narkoba hingga ke elite-elite penegak hukum.

Anggota Komisi IX DPR RI Ahmad Zainuddin mendorong pemerintah untuk lebih serius memberantas narkoba, terutama berkaitan dengan pengakuan Freddy sebelum dihukum mati.
“Kami, fraksi PKS selalu dorong pemerintah untuk berantas narkoba, untuk tidak main-main dengan narkoba. Berita kesaksian Freedy tentang narkoba sangat membuat kita prihatin,” ujar Zainuddin kepada hidayatullah.com.

Hal tersebut disampaikan Zainuddin dalam kegiatan reses dan silaturahim dengan 100-an ibu-ibu Forum Silaturahim Majelis Taklim (Forsitma) se-kecamatan Pulogadung di Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (13/8/2016).

Zainuddin mengapresiasi kemajuan-kemajuan yang dicapai Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam pemberantasan narkoba. Namun dengan terungkapnya pengakuan Freddy, BNN harus lebih berani melakukan pemberantasan narkoba hingga menyentuh oknum-oknum penegak hukum.

Politisi PKS asal daerah pemilihan Jakarta Timur ini juga mengatakan, PKS terus berkomitmen mendukung pemberantasan narkoba. Hal itu dibuktikan dengan perjanjian kerjasama antara FPKS dengan BNN.

“Fraksi PKS di DPR sudah beberapa kali melakukan tes urine bekerjasama dengan BNN. Ada Pakta Integritas. Kami mungkin satu-satunya fraksi yang sering melakukan tes urine,” cetusnya.

Zainuddin juga mengajak warga masyarakat untuk melindungi keluarga dan lingkungannya dari pengaruh narkoba. Menurutnya, angka penduduk Indonesia yang terjebak narkoba dari tahun ke tahun terus meningkat.

“Melihat ancaman-ancaman tadi, majelis taklim  menjadi sarana penting untuk membentengi anak-anak muda, demi masa depan umat. Di sinilah peran ibu-ibu mengoptimalkan majelis taklim untuk membina masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Inspektorat Badan Narkotika Nasional (BNN) berupaya mencari informasi terkait testimoni terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman dengan mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Saat ditemui wartawan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jumat, seusai dari Nusakambangan, Inspektorat BNN Setyo Raharjo mengatakan kedatangannya ke pulau penjara itu terutama Lapas Batu dalam rangka mencari informasi terkait testimoni Freddy Budiman yang disampaikan kepada Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar.

“Kita masih bekerja. Jadi, informasi belum bisa disampaikan, setelah ini nanti bisa disampaikan Bidang Humas saja,” katanya dikutip Antara.*

Rep: Ahmad
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Pengamat Komunisme: Jangan Anggap PKI Telah Mati

Pengamat Komunisme: Jangan Anggap PKI Telah Mati

LPA: Prostitusi Anak Dinilai Semakin Mengerikan

LPA: Prostitusi Anak Dinilai Semakin Mengerikan

MUI Sesalkan Fatin Dukung Miss World

MUI Sesalkan Fatin Dukung Miss World

KAMMI Tetap Perkarakan Metro TV ke Polisi Jika Ingkar

KAMMI Tetap Perkarakan Metro TV ke Polisi Jika Ingkar

Tim Selam POSSI Temukan Baling-baling Pesawat dan Bagian Tubuh, Cium Bau Aftur Menyengat

Tim Selam POSSI Temukan Baling-baling Pesawat dan Bagian Tubuh, Cium Bau Aftur Menyengat

Baca Juga

Berita Lainnya