Dompet Dakwah Media

Sandiaga Uno: Pemimpin Jangan Arogan, Belajar dari Semua Orang

Sandiaga Uno: Pemimpin Jangan Arogan, Belajar dari Semua Orang
Sandiaga berharap 60% PT Indonesia mampu ciptakan lapangan kerja

Terkait

Hidayatullah.com–Berkat perkembangan teknologi saat ini, semua orang bisa berprestasi dan berkontribusi tanpa tergantung posisi formalnya. Karena itu, seorang pemimpin tidak boleh sombong, merasa bisa melakukan semuanya sendiri.

“Negeri ini tidak butuh superman yang merasa menguasai semua hal, tapi perlu superteam yang mampu berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama,” ujar Sandiaga S. Uno di hadapan peserta National Leadership Camp, Jumat (05/08/2016), di Wisma Kinasih, Depok.

NLC berlangsung 4-7 Agustus, diselenggarakan Rumah Kepemimpinan dan diikuti 250 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia: UI, ITB, Unpad, IPB, UGM, Unair, ITS, USU dan Unhas. Mereka berdiskusi dengan sejumlah tokoh daerah dan nasional, Yoyok R. Sudibyo (Bupati Batang), Sudirman Said (mantan Menteri ESDM), Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), dan Sandiaga Uno (Founder Recapital).

Sandiaga yang kini dijagokan sebagai kandidat Gubernur DKI Jakarta menyatakan salut kepada Rumah Kepemimpinan (dulu PPSDMS NF) yang telah menggelar NLC hingga 8 angkatan. Di antara alumni RK, cukup banyak yang sukses: Ahmad Zaky (pendiri BukaLapak), Andreas Sanjaya (Badr Interactive), Gibran Huzaifah (E-Fishery), dan Dalu N. Kirom (Melukis Harapan, warga eks-lokalisasi Dolly).

“Anak muda sekarang punya potensi dan kesempatan luas untuk mengembangkan diri. Disamping semangat berkompetisi, kita harus kembangkan kolaborasi karena persoalan yang dihadapi bangsa ini sangat kompleks, perlu kompetensi saling melengkapi,” jelas Sandiaga yang siap jadi mentor untuk wirausaha muda.

Direktur Rumah Kepemimpinan, Bachtiar Firdaus, menyambut tawaran Sandiaga. Selain kewirausahaan, pembinaan RK ditujukan untuk penggerak komunitas, akademisi dan profesional, serta pejabat publik yang berintegritas.

“Kami menggembleng mahasiswa berprestasi dari berbagai wilayah Indonesia dengan prinsip ROOM (rendah hati, obyektif, open mind, dan moderat). Agar generasi baru memiliki kompetensi di bidang masing-masing, tapi siap berbagi dan bekerjasama dengan semua komponen bangsa,” ungkap Bachtiar yang merintis NGO kaderisasi kepemimpinan sejak 2002.

Dengan semangat kolaborasi, generasi muda Indonesia dapat mengoptimasi bonus demografi dan mengembangkan sirkulasi kepemimpinan yang lebih sehat.*

Rep: Ahmad

Editor:

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !