Ahad, 17 Oktober 2021 / 11 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Presiden Joko Widodo Ingatkan Inovasi yang Mengarah ke Serakahan

Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Abdul Razak, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Presiden Republik Guinea Alpha Cond, Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Shriyan Wickremesinghe, Wakil Perdana Menteri urusan ekonomi Jordania Jawad Al Anani, dan sejumlah utusan para kepala negara.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Presiden Joko Widodo mengingatkan umat muslim di dunia agar berhati-hati terhadap inovasi, terutama uang didasari oleh sifat keserakahan.

“Kita harus hati-hati atas inovasi, terutama yang didasari oleh kerakusan. Kita harus yakinkan inovasi berkontribusi untuk kesejahteran masyarakat,” kata Presiden Jokowi, saat memberikan pengantar dalam Forum Ekonomi Islam Dunia (World Islamic Economic Forum) ke-12 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Presiden mengatakan, kesejahteran masyarakat tidak akan meningkat secara otomatis hanya karena ada inovasi.

Menurut dia, inovasi akan membuat sebagian orang sangat kaya. Namun hanya pemerintah yang mampu memastikan keuntungan inovasi terbagi rata, termasuk ke masyarakat miskin.

“Kita hidup di era di mana inovasi tak bisa ditinggalkan, baik itu inovasi robotic, kecerdasan buatan, maupun 3D printing. Tapi, di saat yang sama, kita hidup di zaman yang tidak stabil,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, terdapat ketidaksetaraan pendapatan dan masyarakat muslim juga mengalami dan melihat banyak ancaman di seluruh dunia.

“Ekonomi dunia lemah, sementara pertumbuhan ekonomi masih rentan. Saya percaya inovasi mampu menciptakan pecundang atau pemenang di situasi seperti itu. Apabila inovasi semakin besar, maka kesempatan menciptakan pemenang semakin besar. Tapi, kalau tidak tidak hati-hati, akan semakin banyak pecundang,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan saat ini tidak ada jalan pintas dan tak ada peluru ajaib.

“Kita harus melakukan kerja yang sulit, rumit, membangun industri, sistem, lapangan kerja, untuk mendidik anak kita, terutama dalam hal sikap yang dibutuhkan di abad XXI,” tegasnya.

Bagi negara yang masih memiliki kampung-kampung miskin, maka pemerintahnya harus memecahkan masalah dasar mengenai listrik, air bersih, hingga transportasi.

“Kita harus pastikan masyarakat hidup di tempat bersih, tempat aman. Pastikan semuanya tersedia dan terjangkau, seperti pangan. Mungkin yang lebih penting, namun juga paling sulit, kita harus bangun budaya terbuka di mana kita tak hanya tolerir perbedaan, kita tapi menghormati perbedaan kita secara tulus,” imbuhnya, dilansir Antara.

Meskipun sulit, tapi kata Presiden hal itu bisa dilakukan dengan cara satu langkah demi satu langkah.

Ia juga meyakini bahwa WIEF 2016 akan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi tujuan bersama menciptakan masyarakat muslim yang sejahtera di seluruh dunia.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Forum G7, Momentum Indonesia Dorong Kemitraan Strategis

Forum G7, Momentum Indonesia Dorong Kemitraan Strategis

PBNU Akan Kirim Surat Klarifikasi ke PWNU Jatim

PBNU Akan Kirim Surat Klarifikasi ke PWNU Jatim

RUU KKG, Pengerdilan Perempuan di Wilayah Domestik

RUU KKG, Pengerdilan Perempuan di Wilayah Domestik

Gerindra Akui Tak Kenal Kader Yahudi yang Calonkan Anggota Legislatif

Gerindra Akui Tak Kenal Kader Yahudi yang Calonkan Anggota Legislatif

Din: Saya Titip Watak Tauhid kepada TNI

Din: Saya Titip Watak Tauhid kepada TNI

Baca Juga

Berita Lainnya