Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Akhir Perjalanan Gembong Narkoba Freddy Budiman

Penampilan Fredy Budiman berpeci hitam dan berjenggot menjelang dihukum mati
Bagikan:

Hidayatullah.com–Gembong narkoba, Freddy Budiman akhirnya meregang nyawa lewat peluru penembak dalam pelaksanaan eksekusi mati jilid III di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat dinihari WIB, kutip Antaranews, Jumat (29/07/2016).

Freddy Budiman merupakan terpidana mati pertama yang dieksekusi selain 13 terpidana mati lainnya setelah permohonan Peninjauan Kembali (PK) ditolak oleh Mahkamah Agung.

Tingkah polah Freddy Budiman menjadi pusat perhatian saat Vanny Rossyane adalah seorang model majalah pria dewasa, blak-blakan menceritakan Freddy mendapatkan ruangan mewah di LP Cipinang yang berujung pada pencopotan Kalapas Cipinang, Kalapas Thurman Hutapea.

Pria kelahiran Surabaya 19 Juli 1976 ini yang menjadi bandar narkoba kelas internasional itu, divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat terkait mengimpor 1.412.476 butir ekstasi dari China pada Mei 2012.

Dia pernah ditangkap tahun 2009, karena memiliki 500 gram sabu-sabu. Saat itu, divonis 3 tahun dan 4 bulan.

Feddy kembali berurusan dengan aparat pada 2011. Saat itu, dia kedapatan memiliki ratusan gram sabu dan bahan pembuat ekstasi. Dan menjadi terpidana 18 tahun karena kasus narkoba di Sumatera dan menjalani masa tahanannya di Lapas Cipinang.

Modus yang dilakukannya dengan memasukan ke dalam akuarium di truk kontrainer.

Setelah kasus di LP Cipinang, pria yang berubah menjadi alim itu dipindahkan ke LP Gunung Sindur, Bogor hingga akhirnya ke LP Nusakambangan, Cilacap, Jateng.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum), Noor Rochmad di Cilacap, menyatakan salah satu narapidana yang dieksekusi adalah Freddy Budiman.

Pertama (dieksekusi) Freddy Budiman, katanya. Selanjutnya jenazah Freddy Budiman akan dibawa ke kampung halamannya di Surabaya.

Sebelumnya, pengacara terpidana mati Freddy Budiman, Untung Sunaryo mengatakan kliennya menyampaikan permintaan untuk dimakamkan di Surabaya.

“Freddy mengucapkan permintaan maaf diantaranya kepada Kepala Kejaksaan Agung Pak Prasetyo, Kapolri Pak Tito dan Kepala BNN Pak Budi Waseso,” kata Untung di dermaga Wijaya Pura, Cilacap, Rabu.

Dia telah bertemu kliennya tersebut dan kondisinya dalam keadaan sehat dan tobat nasuha.

“Saya menemani keluarga Freddy yang menjeguk mamanya, kakaknya dan anaknya Freddy. Dia sudah betul-betul siap dan menyerahkan bulat-bulat kepada Allah Subhanahu Wata’ala,” kata Untung.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Gubernur NTB: Hukum Jangan Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas

Gubernur NTB: Hukum Jangan Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas

Penggagas Sholat Bahasa Indonesia Divonis 2 Tahun Penjara

Penggagas Sholat Bahasa Indonesia Divonis 2 Tahun Penjara

Pemerintah Tetapkan Idul Adha Hari Jumat

Pemerintah Tetapkan Idul Adha Hari Jumat

Setelah Grup Pendukung FPI, Giliran Situs AFKN Dibajak

Setelah Grup Pendukung FPI, Giliran Situs AFKN Dibajak

Azimah Subagyo: Permintaan Maaf Metro TV Bukan Berarti Masalah Selesai

Azimah Subagyo: Permintaan Maaf Metro TV Bukan Berarti Masalah Selesai

Baca Juga

Berita Lainnya