Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhammadiyah Kecam Teror di Prancis dan Kudeta Turki

Dr Haedar Nashir
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr┬áHaedar Nashir mengecam aksi teror yang terjadi di Nice, Prancis, dan upaya kudeta di Turki.

“Siapapun pelakunya setiap teror mematikan yang menghilangkan nyawa merupakan perbuatan tak dibenarkan oleh Islam,” ujarnya, saat diwawancarai di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dikutip Antaranews, Sabtu, (16/07/2016).

Dia mengemukakan hal itu disela-sela menghadiri Silaturrahim Keluarga Muhammadiyah Sulsel, yang turut dihadiri anggota DPD Iqbal Parewangi, Wali Kota Makassar Muhammad Ramdhan Pomanto dan sejumlah tokoh lainnya.

“Islam tidak membenarkan adanya terorisme. Kalaupun pelakunya orang Islam, mereka tidak mewakili Islam sebagai sebuah ajaran,” kata pria yang terpilih pada Muktamar Muhammadiyah di Makassar tersebut.

Terkait upaya kudeta di Turki, Haedar bersyukur bahwa aksi tersebut hanya dilakukan faksi kecil militer dan tidak didukung penuh oleh militer yang ada di negara di antara Benua Asia dan Eropa itu.

“Memang akhir-akhir ini banyak kejadian di dalam negeri Turki. Turki itu ada yang ke Timur Tengah, ada yang ke Eropa. Imigran Turki itu tangguh. Banyak bangunan di Jerman milik mereka,” katanya.

Saat berceramah tentang silaturrahim, dia mengatakan dalam Islam orang yang banyak menyambung silaturrahim atau silaturahmi akan diperpanjang umurnya.

“Ada sahabat atau yunior kita datang ke rumah kita pasti senang. Majalah Suara Muhammadiyah silaturahmi ke Unismuh, maka lahirlah kerja sama,” ujarnya.

Adapun musuh silaturrahim, menurut dia, adalah memutus persaudaraan. Padahal, memutus persaudaraan lebih mudah dari membangun persaudaraan, katanya.

“Nabi memberi waktu tiga hari ketika orang tidak bertegur sapa. Kalau persaudaraan kita terputus. Datangi dia. Mempertautkan yang putus susah karena ada ego. Puncak spiritualitas pasca-puasa adalah mempertautkan yang putus,” demikian Haedar Nashir.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Soal Wacana UU Anti LGBT, Pengamat Hukum: Lebih Baik Buat UU Ketahanan Keluarga

Soal Wacana UU Anti LGBT, Pengamat Hukum: Lebih Baik Buat UU Ketahanan Keluarga

Syeikh Khalid: Jurnalis Muslim Berperan Besar Menyebarkan Kebaikan

Syeikh Khalid: Jurnalis Muslim Berperan Besar Menyebarkan Kebaikan

Sekjen MIUMI, Bahtiar Nasir “Masuk Penjara”

Sekjen MIUMI, Bahtiar Nasir “Masuk Penjara”

Irena Center Kembali Laporkan Basuki T Purnama ke Kepolisian

Irena Center Kembali Laporkan Basuki T Purnama ke Kepolisian

Sosok KH Ali Mustafa Yakub di Mata Para Sahabat

Sosok KH Ali Mustafa Yakub di Mata Para Sahabat

Baca Juga

Berita Lainnya