Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pemerintah Minta Maaf Musibah Mudik Lebaran

Foto ‏@Lupuz0503
Losari keTimur hingga KotaTegal muacet. diTol Brebes sdh tdk mampu tampung kdaraan. Pintu Tol Brebes antri hingga 7km
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan meminta maaf atas terjadinya musibah mudik yang merenggut korban jiwa saat kemacetan panjang di Brebes, Jawa Tengah.

“Menko Polhukam Luhut Pandjaitan minta maaf kepada masyarakat atas jatuhnya korban jiwa selama tanggal 3-5 Juli lalu,” demikian kicauan akun twitter Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan @polhukamRI, dikutip Antaranews, Ahad (10/07/2016).

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo atas nama pemerintah juga menyatakan permintaan maaf terkait layanan mudik tahun ini, terutama setelah musibah kemacetan panjang di Brebes yang merenggut korban jiwa.

“Terjadinya musibah sebagian warga masyarakat pada saat kemacetan di Pantura daerah Kabupaten Brebes, Saya Mendagri atas nama pemerintah juga menyampaikan permohonan maaf,” katanya.

Mendagri mengatakan, selama ini pemerintah telah berupaya maksimal memberikan pelayanan ke masyarakat saat mudik, namun menyatakan pemerintah akan mengevaluasinya.

Kemacetan panjang di pintu tol Brebes telah merenggut korban jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Brebes telah mengumumkan 17 orang yang meninggal dunia saat mudik lebaran 2016.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengatakan kemacetan parah, seperti yang terjadi Tol Pejagan-Brebes, Jawa Tengah, saat arus mudik Lebaran 2016 tidak mungkin menyebabkan pemudik meninggal dunia.

“Kalau ada yang mengutip, ada yang meninggal karena macet, kok saya baru tahu itu seumur hidup saya. Begini, kalau tidak mengidap penyakit sebelumnya, saya kira tidak akan meninggal. Masa iya kemacetan bisa menimbulkan orang meninggal, kan tidak mungkin,” katanya saat menghadiri silaturahim Idul Fitri 1437 Hijriyah di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu 6 Juli 2016.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Menag Imbau Tidak Mudah Menyalahkan Pandangan yang Berbeda

Menag Imbau Tidak Mudah Menyalahkan Pandangan yang Berbeda

Muhammadiyah: Tayangan Ramadhan Jangan Hanya Berisikan Teori

Muhammadiyah: Tayangan Ramadhan Jangan Hanya Berisikan Teori

GNPF Ulama akan Gelar Ijtima Persatukan Umat dan Bangsa

GNPF Ulama akan Gelar Ijtima Persatukan Umat dan Bangsa

Penembakan 6 Laskar HRS, Komnas HAM Minta Keterangan Tambahan kepada Polisi Hari Ini

Penembakan 6 Laskar HRS, Komnas HAM Minta Keterangan Tambahan kepada Polisi Hari Ini

FPKS DKI Dukung Proses Hukum atas Ahok

FPKS DKI Dukung Proses Hukum atas Ahok

Baca Juga

Berita Lainnya