Jum'at, 22 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Menteri Yohana Prihatin 54 Persen Anak Perokok

Anak perokok.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise, prihatin terhadap kondisi 54 persen anak-anak Indonesia perokok.

Yambise, setelah rapat terbatas bertema tentang Kerangka Kerja Konvensi tentang Pengendalian Tembakau yang dipimpin langsung Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (14/6/2016), ingin menyelamatkan perempuan dan anak Indonesia dari efek rokok yang banyak menyebabkan kanker paru-paru, keguguran, termasuk kanker serviks, dan gangguan jantung.

Dia melihat perlu ada peraturan khusus menyelamatkan korban-korban, terutama perempuan dan anak-anak.

“Sudah ada Perpres Nomor 109/2012 untuk melarang anak-anak merokok tapi masih ada toko-toko yang jual ke anak-anak. Kalau bisa dibuat kebijakan untuk memperketat lagi aturan yang sudah dibuat karena di negara lain, rokok itu hanya dijual di mal-mal,” katanya.

Anak-anak yang akan membeli rokok harus memperlihatkan kartu identitas dan jika berusia di atas 18 tahun maka baru diperbolehkan membeli rokok.

“Itu memang harus turun (dalam bentuk) Perda, jadi sanksi mereka yang jual rokok ke anak-anak bisa ada,” katanya.

“Harusnya tidak semua bisa beli, anak-anak kecil enggak boleh beli. Orang tua pun diberikan sanksi kalau memberikan rokok. Di dalam rumah juga ada aturan soal di mana boleh merokok dan sebagainya. Sangat teratur sekali,” katanya.

Di Thailand, sebagai misal, rokok tidak boleh dipajang begitu saja di rak toko-toko, melainkan harus ditutup dan baru boleh dibuka sekejap saat pembeli sudah memutuskan apa rokok yang akan dia beli.

Menjual rokok kepada anak-anak juga dikategorikan kejahatan dan bisa berujung pada pengadilan di Thailand, dan toko yang menjual rokok tidak boleh ada di dekat sekolah, rumah sakit, dan instalasi umum lain.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Anggota DPR: Akibat Gagal Panen, Petani Padi Jadi Konsumen Beras

Anggota DPR: Akibat Gagal Panen, Petani Padi Jadi Konsumen Beras

Tak Ada Negoisasi Ulang, TNI Siap Dukung Pemkot Surabaya Tutup Dolly

Tak Ada Negoisasi Ulang, TNI Siap Dukung Pemkot Surabaya Tutup Dolly

KPI Larang TV Tayangkan ‘Quick Count’

KPI Larang TV Tayangkan ‘Quick Count’

Gereja Dukung Rencana Penutupan Dolly

Gereja Dukung Rencana Penutupan Dolly

Daarul Qur’an Terpilih Sebagai Yayasan Al-Qur’an Terbaik di Dunia

Daarul Qur’an Terpilih Sebagai Yayasan Al-Qur’an Terbaik di Dunia

Baca Juga

Berita Lainnya