Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pilar-pilar Peradaban Islam Menurut Pakar Sejarah

Robinsah/hidayatullah.com
Asep Sobari mengisi kajian di kampus ITS Surabaya, Senin (06/06/2016).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pakar sejarah Islam, Asep Sobari, mengungkapkan, peradaban Islam pada masa lalu mampu bertahan berabad-abad karena memiliki pilar-pilar yang kokoh.

“Pilar-pilar inilah yang menjadi penopang tegak dan kokohnya peradaban Islam, hingga tak mampu disaingi peradaban lain, sepanjang seribu tahunan,” ungkapnya saat mengisi kajian di kampus ITS Surabaya, Jawa Timur, Senin (06/06/2016).

Pilar pertama, urai Asep, adalah wahyu, yang berfungsi sebagai petunjuk/pedoman hidup manusia. Wahyu juga berfungsi membangun kepribadian dan memberi identitas bagi yang mengimaninya.

Ia pun mencontohkan Sahabat Nabi, Umar bin Khaththab, yang mulanya membenci Islam. Dengan celupan wahyu, Umar berubah total menjadi sangat taat kepada Islam.

“Bahkan menjadi orang yang pertama kali membebaskan Baitul Maqdis dari penjajahan,” jelas peneliti INSISTS ini.

Pilar kedua, terang Asep, ialah risalah universal (misi). Umat Islam seyogianya menjalankan misi utamanya yaitu menjadikan agamanya sebagai rahmatan lil alamin.

“Sangat berbahaya kalau sampai kaum Muslimin tidak memiliki visi hidup Islam ini. Mereka akan tergilas oleh musuh-musuh,” ujarnya berpesan.

Pilar ketiga, lanjutnya, adalah mengikuti konsep Sunnatullah, yang senantiasa berlaku kepada siapa pun. Pada titik ini umat Islam harus senantiasa siap siaga, jangan sampai lengah.

“Mari kita berkaca pada kaum-kaum terdahulu, seperti ‘Aad dan Tsamud. Mereka adalah bangsa-bangsa perkasa di zamannya. Tapi lihatlah sekarang, peninggalan peradaban mereka tidak ada yang tersisa di muka bumi ini,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengingatkan, tidak mustahil di masa mendatang Indonesia bisa lenyap dari muka bumi. “Bila kita tidak siap siaga menjaga dan merawatnya, sebagaimana yang juga telah terjadi di Andalusia. Inilah Sunnatullah,” ujarnya mewanti-wanti.

Pilar terakhir, jelasnya, adalah jamaah. Hal ini merupakan landasan pengamalan ajaran Islam. [Penjelasannya, baca: Asep Sobari: Allah Sudah Mengajarkan Pentingnya Hidup Berjamaah]*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Admin Hidcom

Bagikan:

Berita Terkait

Ratna Sarumpaet Dikeroyok, Fahira: Level Terendah Manusia itu Penganiaya Perempuan

Ratna Sarumpaet Dikeroyok, Fahira: Level Terendah Manusia itu Penganiaya Perempuan

Pemilu di Kuala Lumpur WNI Membludak, Antrean 400-an Meter

Pemilu di Kuala Lumpur WNI Membludak, Antrean 400-an Meter

Soetrisno Bachir: Pemerintah Lemah Tekanan Asing Kelola Minerba

Soetrisno Bachir: Pemerintah Lemah Tekanan Asing Kelola Minerba

Setahun Kematian Siyono: Dari Busyro, Suratmi, Kokam, Densus 88 hingga KPK [1]

Setahun Kematian Siyono: Dari Busyro, Suratmi, Kokam, Densus 88 hingga KPK [1]

Banjir Kecaman dan Dukungan, Mahfud mengaku dapat Masukan Para Kiai NU

Banjir Kecaman dan Dukungan, Mahfud mengaku dapat Masukan Para Kiai NU

Baca Juga

Berita Lainnya