Rabu, 17 Februari 2021 / 6 Rajab 1442 H

Nasional

MUI akan Libatkan Masyarakat Pantau 15 TV Selama Ramadhan

BISNIS
Tayangan TV selama Ramadhan yang lebih banyak canda dan gurau
Bagikan:

Hidayatullah.com–Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melakukan pemantauan terhadap 15 televisi nasional selama Ramadhan 1437 H.

Pemantauan ini merupakan kegiatan rutin  tahunan yang bertujuan untuk memastikan isi siaran sesuai dengan semangat syiar Islam dan ibadah di bulan suci.

Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin menjelaskan, pemantauan televisi berlandaskan pada sejumlah perundang-undangan dan aturan yang berlaku.

Pada tahun ini, pemantauan televisi akan melibatkan masyarakat dengan cara mengirim konten video rekaman siaran tv melalui email ke [email protected]

“MUI memiliki tanggung jawab moral agar konten siaran sesuai dengan semangat syiar dan ibadah di bulan Ramadhan,” kata Kiai Ma’ruf Amin saat jumpa pers di Kantor MUI, Jakarta, pada Selasa (31/05/2016).

Menurut Kiai Ma’ruf  Amin menambahkan pemantauan akan dilakukan pada jam-jam prime time yakni, sebelum dan sesudah sahur, serta sebelum dan sesudah berbuka puasa.

Tim pemantau MUI akan merekam program televisi apakah di dalamnya ada pelanggaran atau tidak. MUI juga bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait dengan rekaman video yang akan menjadi dasar pemantauan. KPI memiliki peralatan dan SDM yang jauh memadai untuk memantau konten siaran televisi.

“Selain dari KPI, MUI juga memiliki tim internal yang akan melakukan perekaman siaran televisi,” kata Kiai Ma’ruf Amin.

Pemantauan siaran mengacu pada UU Penyiaran, UU Pornografi, UU Perlindungan Anak, UU tentang Pers, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS), Surat edaran KPI tentang larangan penampilan kebanci-bancian dan fatwa MUI. Landasan tersebut untuk memperkuat pemantauan agar pengelola televisi benar-benar memproduksi tayangan yang ramah dengan Ramadhan.

“Secara teknis, hasil pemantauan di sepuluh hari pertama akan disampaikan MUI dengan menggelar jumpa pers. Sementara 20 hari selanjutnya akan disampaikan setelah Idul Fitri,” jelas Ma’ruf Amin.

Adapun televisi yang akan dipantau adalah RCTI, SCTV, Net TV, Metro TV, TVOne, Indosiar, MNC TV, I-News TV, Kompas TV, Trans TV, Trans 7, Global TV, ANTV, RTV dan TVRI.

Kiai Ma’ruf Amin berharap Ramadhan tahun ini tidak ada lagi acara  hiburan yang candaannya penuh caci maki, dialog dan adegan yang merendahkan. Dengan demikian, kondusivitas semangat peribadatan di bulan suci bisa terjaga.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Menkominfo: Banyak yang Mendukung Saya Tutup Situs Porno

Menkominfo: Banyak yang Mendukung Saya Tutup Situs Porno

FPI dan Keluarga Korban akan Berikan “Bukti Pelanggaran HAM” ke Komnas HAM

FPI dan Keluarga Korban akan Berikan “Bukti Pelanggaran HAM” ke Komnas HAM

Dorong Majelis Hakim Bersikap Adil, GNPF MUI akan Surati PN Jakut dan MA

Dorong Majelis Hakim Bersikap Adil, GNPF MUI akan Surati PN Jakut dan MA

‘Bangun Ekosistem Halal, Muslimpreneur Harus Jadi Pemain’

‘Bangun Ekosistem Halal, Muslimpreneur Harus Jadi Pemain’

PP Muhammadiyah Bersilaturrahim dengan Pengurus Persis

PP Muhammadiyah Bersilaturrahim dengan Pengurus Persis

Baca Juga

Berita Lainnya