Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

AGIB Somasi Situs Konde Terkait Konten Infografis Menyudutkan Islam

Salah satu infografis situs konde terkait pemaksaan perkawinan yang dipermasalahkan AGIB
Bagikan:

Hidayatullah.com – Sejumlah tokoh yang mewakili elemen umat Islam melakukan somasi kepada pengelola situs www.konde.co atas berita berjudul “Infografis Bentuk Kekerasan Seksual” yang memuat konten yang dinilai mendiskriminasikan agama Islam.

Dalam rilis yang diterima hidayatullah.com dikatakan, bahwa pengelola situs dalam berita tersebut menggunakan simbol atau ilustrasi pada jenis kekerasan seksual berupa ‘Pemaksaan Perkawinan” yang menampilkan sosok pria berbaju koko dan peci serta wanita berjilbab.

“Bahwa penggunaan infografis yang demikian itu, secara langsung akan menggiring publik untuk menganggap bahwa pemaksaan perkawinan merupakan bagian dari ajaran Islam sehingga menjadi karakter dan budaya umat Islam. Padahal menurut kami, tindakan tersebut hanya tafsir sepihak Konde Institute sebagai Pengelola www.konde.co yang tidak menutup kemungkinan merupakan bentuk ungkapan kebencian dan perbuatan penodaan terhadap agama Islam yang secara jelas jelas melanggar Pasal 156a KUHP dan Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” demikian bunyi salah satu poin  somasi dari Aliansi Gerakan Indonesia Baru (AGIB) kepada situs tersebut.

Dalam rilis tersebut AGIB juga menyebutkan, bahwa penggunaan simbol Infografis tersebut menunjukkan inkonsistensi www.konde.co yang hadir melawan marjinalisasi, diskriminasi, subordinasi, kekerasan dan stigma yang negatif terhadap perempuan dan masyarakat marjinal. Dengan menjadikan simbol pria dan berkopiah wanita berjilbab sebagai salah satu kekerasan seksual, Pengelola www.konde.co telah memarjinalkan, mendiskreditkan, mendiskriminasi bahkan menstigma negatif ajaran Islam dan umat Islam.

“Konde Institute sebagai Pengelola www.konde.co semestinya bisa menghargai ajaran Islam yang memiliki worldview tersendiri dalam memandang perempuan, pernikahan dan termasuk pengaturan rumah tangga. Memandang pria dan wanita sebagaimana worldview yang umum digunakan dunia global terhadap Islam adalah pemaksaan bagi terbangunnya pemahaman akan Islam,” jelas poin selanjutnya.

“Selain membutuhkan kecakapan ilmu dan kepekaan hati, Konde Institute sebagai Pengelola www.konde.co juga harus mengedepankan penghormatan yang setinggi-tingginya terhadap ajaran Islam sebagai agama, bukan menghakimi dan merendahkannya,” tambahnya.

Untuk itu, sejumlah tokoh tersebut melayangkan somasi kepada pihak Konde.co dengan tuntutan waktu 7 x 24 jam untuk mencabut pemuatan simbol atau ilustrasi yang dimaksud, serta meminta maaf secara terbuka kepada seluruh umat Islam dan seluruh bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi beragama melalui melalui media cetak nasional setidaknya-tidaknya di salah satu media cetak nasional dan termasuk di halaman utama situs www.konde.co sendiri.

Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Indonesia Baru (AGIB) diantaranya, Reza Indragiri Amriel, Mustofa B. Nahrawardaya, Ridha H.R. Salamah, Syaefullah Hamid, Ihsan Gumilar, dan Imam Nawawi.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Autokritik PIM Terhadap Demokrasi

Autokritik PIM Terhadap Demokrasi

Polisi Tangkap Ketua Ormas Pro Jokowi Sumsel yang Diduga Peras Pejabat, 3 Orang Jadi Tersangka

Polisi Tangkap Ketua Ormas Pro Jokowi Sumsel yang Diduga Peras Pejabat, 3 Orang Jadi Tersangka

Bahas HAM dan Demokrasi, Menlu AS John Kerry kembali ke Indonesia

Bahas HAM dan Demokrasi, Menlu AS John Kerry kembali ke Indonesia

Syaikh Suriah: Semua Syiah Sesat

Syaikh Suriah: Semua Syiah Sesat

PBNU Apresiasi PP GP Ansor terkait Pembakaran Bendera

PBNU Apresiasi PP GP Ansor terkait Pembakaran Bendera

Baca Juga

Berita Lainnya