Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

10 WNI yang Disandera Mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma

Kompas
Kedatangan sepuluh WNI usai disandera kelompok Abu Sayyaf di Bandara Halim Perdanakusuma
Bagikan:

Hidayatullah.com–10 WNI anak buah kapal yang telah bebas dari penyanderaan kelompok teroris pimpinan Abu Sayyaf, di Filipina selatan, telah mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 23.30 WIB, Ahad.

Ini mengakhiri 36 hari penyergapan mereka di laut perairan Filipina selatan, berujung pada penyanderaan mereka. Kelompok penculik menuntut tebusan Rp14 miliar atau mereka dibunuh.

Sebelumnya, secara terpisah, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam pesan singkatnya kepada wartawan, di Jakarta, Minggu, menyebutkan hal itu.

“Pesawat yang membawa 10 ABK WNI diperkirakan mendarat pukul 23.10 WIB di Halim Perdanakusuma,” sebut Machmudin dikutip Antara Ahad, (01/05/2016).

Tidak dirinci tipe dan jenis pesawat terbang yang akan menerbangkan mereka, yang telah ditawan kelompok abu Sayyaf sejak 27 Maret lalu, dalam pelayaran memakai kapal tunda dan kapal tongkang.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, kepada pers, di Istana Bogor, Minggu, juga menyatakan, pembebasan ke-10 WNI pelaut itu berkat jaringan formal dan informal, pun juga diplomasi pada segala aspek terkait.

Sementara itu, masih ada empat WNI pelaut yang masih dalam penyanderaan di Filipina selatan. Tentang ini, Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menyatakan, tetap menggelar operasi intelijen untuk membebaskan mereka.

Konstitusi Filipina melarang pelibatan apalagi penggelaran militer mancanegara dalam kerangka operasi militer untuk kepentingan negara itu di seluruh wilayah Filipina. Padahal TNI menyatakan sejak beberapa bulan lalu siap membebaskan mereka dari cengkeraman kelompok Abu Sayyaf. *

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

DPR: Negara Wajib Jamin Rasa Aman Beragama

DPR: Negara Wajib Jamin Rasa Aman Beragama

Pasca Advokasi Kasus Siyono, Dai Muhammadiyah Didatangi Aparat

Pasca Advokasi Kasus Siyono, Dai Muhammadiyah Didatangi Aparat

222 Orang Meninggal, Pandeglang Daerah Terparah

222 Orang Meninggal, Pandeglang Daerah Terparah

Penularan HIV-AIDS di Indonesia Tercepat

Penularan HIV-AIDS di Indonesia Tercepat

PDIP Waspadai RUU Intelijen Melegitimasi Penculikan

PDIP Waspadai RUU Intelijen Melegitimasi Penculikan

Baca Juga

Berita Lainnya