Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

[Berita Foto] Setelah Pasar Ikan Rata Digusur Ahok

rifa'i fadhly/hidayatullah.com
Posko kemanusiaan sebagai tenda satu-satunya di Pasar Ikan saat gambar ini diambil (23/04/2016). Kala itu ada kiriman 3 tenda TNI yang belum dipasang.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Walau tempat tinggalnya telah rata dengan tanah, tidak sedikit warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta yang memilih bertahan.

Alasannya sederhana, mereka tidak ingin pindah dari lingkungan yang telah ditinggalinya selama puluhan tahun. Terlebih, karena memang dirasa tak ada pilihan lain yang lebih baik.

Syamsudin misalnya, ia mengaku tidak bisa menerima solusi dari Pemprov DKI Jakarta yang menyiapkan rumah susun (rusun) bagi warga Pasar Ikan.

“Saya tidak akan pindah karena sudah sejak puluhan tahun tinggal di sini,” ujarnya saat ditemui hidayatullah.com, Sabtu (23/04/2016).

Sebagian warga yang masih bertahan sedang membuat bilik WC darurat. [Foto: Rifa'i]

Sebagian warga yang masih bertahan sedang membuat bilik WC darurat. [Foto: Rifa’i]

Ia  mengaku, meski tidak mempunyai surat kepemilikan tanah tapi rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahun.

“Kami sudah bayar PBB sejak tinggal di sini. Kalau saya kenanya sekitar Rp 300 ribuan,” ungkapnya.

Seorang warga yang sedang mencari besi tua menunjukkan lokasi rumahnya sebelum digusur. [Foto: Rifa'i]

Seorang warga yang sedang mencari besi tua menunjukkan lokasi rumahnya sebelum digusur. [Foto: Rifa’i]

Selain itu, solusi yang ditawarkan Pemprov DKI dinilai tidak menyelesaikan masalah. Pengalaman temannya yang sudah pindah ke Rusun Rawa Bebek, kata Syamsuddin, justru pengeluarannya membengkak.

Misalnya, tutur dia, ongkos dari rusun ke daerah Sunda Kelapa setiap hari Rp 10 ribu, jadi sekitar Rp 300 ribu sebulan. Biaya makan juga bertambah.

“Walaupun sewa 3 bulan pertama gratis, tetep banyak kebutuhan awal karena pindah,” ujarnya.

Para warga yang tergusur itu juga menyayangkan Pemprov DKI yang disebutnya tidak melakukan ganti rugi bangunan, karena mereka bayar PBB tiap tahun.

Pria ini (kiri) mencari barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan. Para pelajar (kanan) melintasi puing-puing bangunan. [Foto: Rifa'i]

Pria ini (kiri) mencari barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan. Para pelajar (kanan) melintasi puing-puing bangunan. [Foto: Rifa’i]

Sebagian besar warga siap menunjukkan surat-surat seperti KTP, KK, dan sebagainya kalau mereka dibilang bukan warga DKI.

Warga mengeluhkan pula akan nasib anak-anak sekolah yang terganggu proses belajarnya, terlebih penggusuran sejak Senin (11/04/2016) itu dilakukan sewaktu musim ujian sekolah. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengklaim sudah mempertimbangkan panjang soal penggusuran itu.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muh. Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

SBY juga Khawatir bila jadi Presiden Jokowi akan Mudah Didikte

SBY juga Khawatir bila jadi Presiden Jokowi akan Mudah Didikte

Umar Bin Khathab Pimpin Barisan Pertama Parade Tauhid 616 Hijriyah

Umar Bin Khathab Pimpin Barisan Pertama Parade Tauhid 616 Hijriyah

Komisioner HAM Temui Presiden Jokowi Bahas  Perpres Pendirian Rumah Ibadah

Komisioner HAM Temui Presiden Jokowi Bahas Perpres Pendirian Rumah Ibadah

Survei Indikator: Mayoritas Anak Muda Ingin Gubernur Anies Jadi Presiden RI

Survei Indikator: Mayoritas Anak Muda Ingin Gubernur Anies Jadi Presiden RI

Lokasi Pengajian dan Tiang Masjid Muhammadiyah Dibakar Sekelompok Orang

Lokasi Pengajian dan Tiang Masjid Muhammadiyah Dibakar Sekelompok Orang

Baca Juga

Berita Lainnya