Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Warisan “Al-Amin” Rasulullah Harus Terus Dihidupkan Pebisnis

ainuddin chalik/hidayatullah.com
Seminar & Pelatihan Wirausaha “Hijrah Menjadi Muslimpreneur Sejati ke-2” di Aula Serbaguna Babussalam, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (23/04/2016).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Masyarakat Muslim harus terus membangun budaya kerja dan semangat kewirausahaan. Yaitu dengan meneladani etos kerja Islam yang cakupan geraknya tidak semata memburu materi, tetapi juga kerja berdimensi ukhrawi.

Begitulah sebenarnya nilai trustworthy (amanah/dapat dipercaya) yang telah dipraktikkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Demikian ditegaskan Tubagus Mualif selaku Direktur Lazis Babussalam, saat menjadi pembicara pembuka dalam acara Seminar & Pelatihan Wirausaha “Hijrah Menjadi Muslimpreneur Sejati ke-2” di Aula Serbaguna Babussalam, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (23/04/2016).

“Kita memiliki figur teladan wirausahawan luar biasa -Rasulullah Muhammad- yang diakui etos kerja dan kepribadiannya yang teguh berpengaruh. Tapi sayangnya kita melupakan nilai trustworthy yang telah beliau contohkan,” kata Mualif.

Mengais Rezeki, Beramal Shaleh

Dia menjelaskan, nilai tersebut sejatinya merupakan kekayaan mahal yang mesti dimiliki oleh setiap Muslim. Apalagi hal ini telah terbukti membuahkan karya monumental yang diperagakan oleh Nabi Muhammad yang bergelar Al-Amin.

Karena kian sangat pentingnya, trustworthy kini telah menjadi salah satu bidang kajian yang banyak dibahas dalam dunia manajemen. Sebagai perilaku melibatkan penerimaan terhadap kepercayaan orang lain.

“Dapat dipercaya, itu intinya. Seorang Muslimpreneur harus mampu menjaga nilai-nilai ini seperti telah dicontohkan Nabi kita,” tukas Maulif yang juga pengusaha sukses di bidang alkes.

Dalam materinya bertajuk “mengubah mustahik menjadi muzaki”, Maulif mendorong para calon pengusaha untuk tidak semata sibuk banting tulang mengais rezeki.

Melainkan juga tak alpa melakukan amal usaha kebaikan untuk keberkahan bagi diri, keluarga, masyarakat, serta negara. Di antaranya dengan menjadi muzaki.

Seminar itu digelar Lazis Masjid Babussalam Rawamangun yang bermitra dengan Laznas BMH. Selain Mualif, acara ini menghadirkan pembicara lain yaitu praktisi pemasaran digital Rawi Wahyudiono dan praktisi bisnis UKM Ato Sunarto.

Sementara pengusaha kuliner Iwin Winarti menjadi pemandu acara praktik masak kue olahan rumahan yang halal dan higienis.*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Muh. Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Aa Gym Tolak Hadiri Undangan Bush

Aa Gym Tolak Hadiri Undangan Bush

[Berita Foto] Longsor Sukabumi, Rumah Adat Terbenam

[Berita Foto] Longsor Sukabumi, Rumah Adat Terbenam

Awasi Pasal Karet Dalam Draft RUU Keadilan dan Kesetaraan Gender

Awasi Pasal Karet Dalam Draft RUU Keadilan dan Kesetaraan Gender

Belum Jelas Nasib Pengungsi Rohingya Setelah dari Jember

Belum Jelas Nasib Pengungsi Rohingya Setelah dari Jember

Hasyim: Dalam Bencana, Jangan Saling Menyalahkan

Hasyim: Dalam Bencana, Jangan Saling Menyalahkan

Baca Juga

Berita Lainnya