Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

ISAC Minta Ruhut Sitompul Hormati Muhammadiyah dan Komnas HAM

Harian Indo
Ruhut Sitompul
Bagikan:

Hidayatullah.com— Ketua The Islamic Study and Action Center (ISAC)  HM.Kurniawan BW menyesalkan pernyataan anggota DPR RI Ruhut Sitompul terkait hasil autopsi PP Muhammadiyah soal penyebaab kematian Siyono.

ISAC meminta Ruhut Sitompol, selaku anggota DPR RI untuk tetap bekerja membela hak hak rakyat, untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Pertanyaan Ruhut Sitompul dengan mempertanyakan melanggar Hak Asasi Monyet, bukanlah pertanyaan yang mencerdaskan, justru hal itu bisa melukai perasaan keluarga Siyono serta merendahkan nilai nilai kemanusiaan,” demikian ujar Kurniawan BW dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Kamis (21/04/2016).

Sebelumnya, Ruhut Sitompul membela Densus 88 dengan mengatakan Detasemen Antitor Polri itu tak melanggar, bahkan tak melanggar hal asasi monyet.

“Saya kecam yang datang komisi III mengatakan Densus 88 melanggar HAM, HAM apa yang dilanggar, hak asasi monyet?,” teriak Ruhut dengan nada tinggi di Ruang Komisi III, Senayan, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Seperyi diketahui, Rabu, 20 April 2016 Komisi lll DPR RI memanggil Kapolri untuk mempertanggungjawabkan kematian Siyono ditangan Densus 88. Kapolripun mengakui jika anggota Densus ada yang menendang bagian dada Siyono dengan lutut.

Divisi propam Mabes Polri juga telah menyidangkan pelaku terbunuhnya Siyono secara tertutup Selasa, 19 April 2016. Artinya institusi polri mengaku kesalahan anggotanya dan bahkan menyantuni Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) kepada keluarga.

Sementara itu Komnas HAM bersama Muhammadiyah sedang sedang melakukan serangkaian proses hukum untuk mengungkap kematian Siyono. Muhammadiyahpun telah menerima kuasa resmi dari Suratmi istri Siyono.

Menurut ISAC, langkah Muhammadiyah sudah prosedural, mulai dari pendampingan keluarga, autopsi jenazah Siyono, hingga bertemu Kapolri dan Presiden Jokowi.

Hasil Autopsi dari Tim Dokter Forensik Muhammadiyah dan Hasil Pemeriksaan luar Jenazah Siyono dari RS Bhayangkara Jakarta terdapat hasil yang identik yaitu adanya kekerasan terhadap Siyono yang dilakukan Densus 88 sebelum Siyono meninggal dunia.

Dalam kajian hukum oleh ISAC baik Peraturan Kapolri no 23 tahun 2011, undang undang HAM tahun 39 tahun 1999, KUHP bahwa apa yang yang terjadi atas kematian Siyono adalah melanggar aturan dan undang undang yang berlaku di NKRI.

Lebih jauh,  ISAC meminta kepada Dewan Pembina Partai Demokrat yang terhormat H. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono untuk mempertimbangkan Pergantian Antar Waktu  untuk Ruhut Sitompul dengan pengganti yang lebih memahami arti kemanusiaan dan menjunjung tinggi hukum dan HAM.

ISAC  juga meminta Ruhut Sitompul bisa menahan lisan, pernyataan yang bisa memperkeruh suasana dan tetap menjaga kondusivitas NKRI dari isu SARA.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Peringati Mosi Integral Natsir, MUI Usul 3 April Jadi Hari NKRI

Peringati Mosi Integral Natsir, MUI Usul 3 April Jadi Hari NKRI

“Gempa Bumi di Sorong, Kami Tetap Potong Sapi”

“Gempa Bumi di Sorong, Kami Tetap Potong Sapi”

Pimpinan Umum Hidayatullah: IMHI Jangan Sampai Ditunggangi

Pimpinan Umum Hidayatullah: IMHI Jangan Sampai Ditunggangi

HTI Optimis Khilafah Tegak di Indonesia

HTI Optimis Khilafah Tegak di Indonesia

Muhammadiyah Mengecam Peledakan Bom di Surabaya

Muhammadiyah Mengecam Peledakan Bom di Surabaya

Baca Juga

Berita Lainnya