Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

BNPT Sebut Tindak Terorisme Indonesia Dianggap Terlalu Lunak

hidayatullah.com/YG Nasrullah
Deputi II Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen. Arif Darmawan SH
Bagikan:

Hidayatullah.com –  Penanganan terorisme di Indonesia dinilai terlalu lunak oleh asing. Tidak seperti Amerika dan negara Timur Tengah yang sampai menggunakan jet maupun tank dalam aksinya.

Hal itu disampaikan Deputi II Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Irjen. Arif Darmawan SH dalam pengajian bulanan Pengurus Pusat Muhammadiyah bertema “Pemberantasan Terorisme yang Pancasilais dan Komprehensif” di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jum’at malam, (08/04/2016).

“Saya berapa kali bertemu dengan para utusan dari negara asing, mereka menganggap Indonesia terlalu lunak memperlakukan teror,” ujarnya.

Arif menjelaskan, para perwakilan negara asing tersebut mempertanyakan kenapa lebih dari 1600 orang yang ditangkap, hanya diperlakukan seperti tahanan biasa.

“Kalau mereka langsung dibabat. Indonesia dianggap terlalu lunak. Mereka sudah memakai jet dan Tltank, di Indonesia tidak,” paparnya.

Namun, ia beranggapan, bahwa karakteristik penanggulangan terorisme di Indonesia tidak bisa disamakan dengan di negara lain.

“Ini karakter kami, Anda jangan ganggu kami,” pungkas Arif.

Muhammadiyah: Kami Tak Dukung Terorisme, Tapi Memberi Pembelaan dalam Mencari Keadilan Hukum

Din Syamsudin Yakin Program Deradikalisasi adalah Proyek Amerika Serikat

Sebelumnya, saat konferensi pers Mencari Keadilan untuk Suratmi di Jakarta, Jumat (01/04/2016)  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), mengeluarkan data, bahwa sudah ada 121 warga tewas akibat dituduh aparat sebagai teroris.

Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, korban tewas di tangan aparat ini dinilai mengerikan dan memalukan.

“Mengerikan sekali, ada 121 warga terbunuh sia-sia. Itu angka yang tak pernah mungkin kita bayangkan yang diduga dilakukan petugas negara,” kata  Ray Rangkuti saat konferensi pers  dalam keadilan untuk istri Siyono yang digelar  Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan.

Koalisi Masyarakat Sipil terdiri dari  Dahnil Anzar Simanjuntak (Pemuda Muhammadiyah), Ray Rangkuti (Lima Indonesia), Miko Ginting (Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia), Bahrain (YLBHI), Manajer Nasution (Komnas HAM), Putri Kanesia (Kontras), Donal Fariz (ICW), Ridwan Affan (PBAK Dompet Dhuafa) dan Arif Maulana (LBH Jakarta).*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Komnas HAM: Tembak Langsung Rendahkan Martabat Manusia

Komnas HAM: Tembak Langsung Rendahkan Martabat Manusia

Malam Tahun Baru, Mahfud MD Ajak Umat Islam ke Masjid untuk Penguatan Spiritual

Malam Tahun Baru, Mahfud MD Ajak Umat Islam ke Masjid untuk Penguatan Spiritual

kunjungan jokowi

Kunjungan Jokowi Picu Kerumanan Massa di Flores, Ahli Epidemiolog: “Presiden Harus Ingatkan Anak Buahnya”

Faktor Sumber Daya Alam Menjadi Pemicu Adanya Konspirasi Terorisme

Faktor Sumber Daya Alam Menjadi Pemicu Adanya Konspirasi Terorisme

Fahira Berharap Jakarta Muharram Festival Jadi Agenda Resmi

Fahira Berharap Jakarta Muharram Festival Jadi Agenda Resmi

Baca Juga

Berita Lainnya