Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhammadiyah Siapkan 9 Dokter, 1200 Anggota KOKAM Kawal Autopsi Jenazah Siyono

FAJAR
1200 anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) ikut mengawal proses autopsi (alm) Siyono
Bagikan:

Hidayatullah.com—Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan sembilan dokter ahli forensik untuk mengotopsi jenazah Siyono yang meninggal pasca ditangkap Detasemen Khusus Antiter (Densus) 88. Proses autopsi almarhum Siyono akan dilakukan hari Ahad (03/04/2016) pagi hari ini.

Sementara itu, untuk mengamankan proses otopsi, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jateng-DIY mengerahkan sekitar 1200 KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah).

“Untuk menjaga kelancaran otopsi di kuburan Siyono. Ketua PWPM DIY Mas Iwan Setiawan dan Komandan Kokam DIY Serta Ketua PWPM Jateng Mas Zaenudin Ahfandi dan Komandam Kokam Jateng mengerahkan 1200 Pasukan Kokam untuk melakukan pengamanan proses otopsi,” demikian  rilis dari Media Center PP Pemuda Muhammadiyah dikutip laman sangpencerah.com.

Personil KOKAM berasal dari Solo raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta

Personil KOKAM berasal dari Solo raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta (FAJAR)

Sementara itu, turut hadir dalam proses autopi; Dahnil Anzar Simanjuntak (Ketum PP Pemuda Muhammadiyah), Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani, Manager Nasution, Prof Hadiz Abbas didampingi KOKAM Jateng. Autopsi dihadirnya banyak wartawan dari berbagai media massa.

Seperti diketahui, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menyatakan mendampingi atau mengadvokasi keluarga Siyono.

Menurut Komandan Pelaksana KOKAM, Sunardi personilnya berasal dari Solo raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Personil akan dibagi ke dalam 4 ring terdiri dari. Ring 1 lokasi autopsi dijaga 50 personil, ring 2 di jalan sekitar makam juga 50 personil.

Selanjutnya ring 3 berada di dekat kediaman keluarga serta ring 4 di balai desa.

“Ring 4 adalah posisi penting, karena kita akan menjaga dari warga tak berkepentingan,” jelasnya.

Pantauan di lapangan,   proses autopsi dilaksanakan secara tertutup. Lokasi kompleks pemakaman Siyono dikawal ketat aparat sejak pukul 05.00 pagi oleh KOKAM. Makam Siyono ditutupi tenda berwarna hijau agar proses autopsi berjalan lancar.

Kokam-Brimob

Anggota Brimob dengan menggunakan Rompi Anti Peluru, helm Kevlar dan membawa senapan serbu [FAJAR]

Siang ini dan baru datang 60 anggota Brimob  dengan menggunakan Rompi Anti Peluru, helm Kevlar dan membawa senapan serbu.

Menurut Muhammadiyah, proses otopsi kemungkinan membutuhkan waktu selama 6 jam.

Sementara di tempat lain, tepatnya di Masjid Jogokaryan Yogyakarta,  ribuan umat Islam berkumpul untuk mendoakan (Alm) Siyono dan sekaligus menggelar Tabligh Akbar #MencariKeadilan.*/TM Abdulla

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

KH Arifin Ilham: Ustadz Harry Moekti Dai yang Berani dan Tegas

KH Arifin Ilham: Ustadz Harry Moekti Dai yang Berani dan Tegas

MUI Ingin Terapkan Syariah Secara Formal dan Subtansial

MUI Ingin Terapkan Syariah Secara Formal dan Subtansial

NU Siap Pasang Badan Penutupan Dolly

NU Siap Pasang Badan Penutupan Dolly

Menag Bantu Gereja dan Masjid di Ambon Sebesar Rp 1,4 M

Menag Bantu Gereja dan Masjid di Ambon Sebesar Rp 1,4 M

Tidak Hanya Jadi Imam Masjid, Hafidz Quran Juga Bisa Jadi Pengusaha

Tidak Hanya Jadi Imam Masjid, Hafidz Quran Juga Bisa Jadi Pengusaha

Baca Juga

Berita Lainnya