Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kemesraan Wartawan RI dan Netanyahu Dinilai Penghinaan pada Bangsa Indonesia

timesofisrael.com
Delegasi wartawan Indonesia saat bertemu PM Benyamin Netanyahu
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kunjungan sejumlah wartawan Indonesia ke Israel dan kemesraan mereka dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dinilai oleh pengamat media Adian Husaini sebagai bentuk tamparan bagi pemerintah dan umat Islam Indonesia.

“Belum lama Indonesia menjadi tuan rumah KTT Khusus OKI dan menyerukan boikot atas produk Israel, kemudian sekarang beberapa wartawan bermesraan dengan Benjamin Netanjahu. Itu jelas penghinaan kepada martabat bangsa Indonesia,” kata Adian dalam acara rutin ULASAN MEDIA Radio Dakta Rabu (30/03/2016) pagi.

Adian mengingatkan bahwa komitmen bangsa Indonesia dalam membantu perjuangan kemerdekaan Palestina adalah komitmen seluruh bangsa Indonesia. Pembukaan UUD 1945 menegaskan sikap anti-penjajahan. Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung pun dijiwai oleh semangat anti-zionisme. Bahkan, zionisme dikatakan sebagai bentuk penjajahan yang paling hitam (the blackest imperialism), di abad ke-20.

“Masih belum lama Menlu kita ditolak masuk Palestina oleh Israel, tiba-tiba sekarang ada beberapa wartawan datang ke Israel dan berpose mesra-mesraan dengan Netanyahu. Bukankah itu penghinaan kepada pemerintah dan bangsa Indonesia. Lebih-lebih lagi kepada umat Islam,” kata Adian, mendukung berita tang ditulis media ini; “Beramah-tamah dengan Netanyahu dan ‘Israel’ Dinilai Tindakan yang Salah.”

Disamping Israel adalah negara penjajah yang aktif melakukan aksi terorisme negara, sosok Netanyahu pun dikenal sebagai teroris. Disebutkan, bahwa Netanyahu bertanggung jawab atas banyak kejahatan terorisme.

Diantaranya ialah serangan terorisme besar-besaran yang dilancarkan selama 8 hari ke Jalur Gaza pada bulan November 2012 dan selama 51 hari dari Juli sampai September 2014, yang membunuh lebih dari 3 ribu orang warga termasuk ratusan anak-anak di bawah usia 15 tahun serta membuat cacat seumur hidup dan luka-luka, serta guncangan jiwa lebih banyak lagi warga Gaza.

Karena itu, sulit dimengerti jika ada wartawan Indonesia yang datang beramah-tamah atas undangan PM Israel. “Itu jelas-jelas pelanggaran kebijakan politik luar negeri Indonesia,” kata Adian.

Acara ULASAN MEDIA bersama Adian Husaini mengudara setiap hari, Senin-Jumat, pukul 06.30-07.00 WIB, di Radio Dakta 107 FM dan bisa diikuti melalui livestreaming www.dakta.com.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kasus “Xenia Maut” Tunjukkan Miras Persoalan Serius

Kasus “Xenia Maut” Tunjukkan Miras Persoalan Serius

BKSAP: Lembaga Internasional Harus Hormati Putusan Hakim, Jangan Intervensi

BKSAP: Lembaga Internasional Harus Hormati Putusan Hakim, Jangan Intervensi

Mensos: Narkoba Lebih Mengerikan dari Terorisme

Mensos: Narkoba Lebih Mengerikan dari Terorisme

Ketua FOZ: Lembaga Kemanusiaan Salurkan Bantuan ke Suriah untuk Korban Perang

Ketua FOZ: Lembaga Kemanusiaan Salurkan Bantuan ke Suriah untuk Korban Perang

investasi minuman keras

Pemerintah Rencana Investasi Minuman Keras, Anggota DPR Soroti Aksi Penembakan di Kafe RM

Baca Juga

Berita Lainnya