Sabtu, 27 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Nasional

Indonesia Tuan Rumah Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits Asia Pasifik

hidayatullah.com/Riri
Bagikan:

Hidayatullah.com–Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah hafalan Al-Quran dan Hadits ke 7 tingkat Asia dan Pasifik mulai 17 sampai 21 April 2016 yang diikuti peserta dari 25 negara.

Saat ini tengah dilakukan proses seleksi musabaqah hafalan Al-Quran dan Hadits tingkat nasional. Pemenang 1, 2, 3 semua cabang akan mewakili Indonesia di tingkat Asia dan Pasifik.

“Ini adalah kegiatan musabaqah tingkat nasional 18-21, dilanjutkan tingkat Asia dan Pasifik. Untuk Asia yang diutus tingkat nasional pemenang 1,2, 3 semua cabang musabaqah tingkat nasional diselenggarakan kedelapan, untuk tingkat Asia Pasifik ketujuh,” kata Sobah Muhammad Syamsi, Ketua Panitia Penyelenggara, di Jakarta, dikutip Antara, Selasa.

Musabaqah terdiri atas lima cabang, empat cabang Al-Quran, yaitu cabang 30 juz, 20 juz, 15 juz dan 10 juz, dan satu cabang hafalan hadits. Acara tersebut dilaksanakan setiap tahun atas dukungan Sultan Bin Abdul Aziz Al-Saud Foundation.

Sultan Bin Abdul Aziz Al-Saud Foundation menyelenggarakan musabaqah tersebut bekerjasama dengan Kementerian Agama RI di bawah pengawasan khusus dari Direktorat Jenderal Musabaqah Al-Quran Internasional Kementerian Islam, Dakwah, Wakaf dan Penyuluhan.

Sobah menjelaskan tujuan musabaqah adalah memotivasi kaum Muslim di kawasan Asia dan Pasifik untuk menghafal Al-Quran, membacanya dengan benar dan menghayati kandungannya. Demikian pula untuk menghafal hadits.

Selain itu, tujuan penyelenggaraan musabaqah adalah mendorong generasi muda di kawasan Asia dan Pasifik untuk memegang teguh Al-Quran dan hadits, mengikuti petunjuknya dan menjadikannya sumber berperilaku.

“Musabaqah ini bertujuan memotivasi dan meningkatkan hafalan, lebih jauh memotivasi para remaja untuk cinta Al-Quran, mempelajari, dan mengamalkannya,” kata Sobah.

“Lebih dari itu, bertujuan untuk membangun ukhuwah kebersamaan di kalangan umat Islam karena acara ini diikuti tidak hanya secara pribadi, tetapi sebagian lembaga, dan provinsi,” sambung dia.

Terkait peserta, Sobah menjelaskan, musabaqah tingkat nasional diikuti oleh 164 orang yang merupakan wajah-wajah baru.

“Dari penampilan beberapa orang lebih bagus dari tahun sebelumnya, sehingga diharapkan tujuan dari penyelenggaraan dapat dicapai,” ujar dia.

Salah satu peserta, Sulton (18) asal Padang, Sumatera Barat mengaku bangga sekaligus gugup mengikuti musabaqah tersebut.

“Senang bisa bertemu penghapal Al-Quran lainnya. Tantangannya mental. Sudah hapal tapi grogi karena bertemu juri yang sudah lama berkecimpung,” kata dia.

Peserta yang ikut serta dalam musabaqah tingkat Asia dan Pasifik terdiri dari 140 orang yang berasal Indonesia, Malaysia, Singapura, Philipina, Thailand, Brunei, Laos, Leste, Myanmar, Australia, Selandia Baru, Uzbekistan, Kirgistan, Tajikistan, Kazakhstan, Korea Selatan, Kamboja, Rusia, Bosnia dan Kroasia.

Hadiah besar diberikan kepada 3 pemenang pada setiap cabang yang terdiri dari 5 cabang mulai dari 5.000 reyal sampai 15.000 reyal ditambah hadiah haji.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Din: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Dalih Orang Gila

Din: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Dalih Orang Gila

Anak Berprestasi Jika Dididik Dengan Akidah Berlandaskan Al-Qur’an

Anak Berprestasi Jika Dididik Dengan Akidah Berlandaskan Al-Qur’an

AILA: RUU Penghapusan KS Sarat Nilai-nilai Sekuler

AILA: RUU Penghapusan KS Sarat Nilai-nilai Sekuler

MPJ Berharap Pertarungan Pilkada DKI Head to Head

MPJ Berharap Pertarungan Pilkada DKI Head to Head

JPU: Kasus Ahok dan Buni Yani Berbeda, Jangan Disamakan

JPU: Kasus Ahok dan Buni Yani Berbeda, Jangan Disamakan

Baca Juga

Berita Lainnya