Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Tangerang Gandeng UGM Jadikan Kawasan Prostitusi Dadap jadi Pusat Kajian Islam

Tempo
lokasi prostitusi di Desa Dadap, Kecamatan Kosambi
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, fokus terhadap tempat hiburan dan kafe remang-remang tanpa izin menjelang pembongkaran lokasi prostitusi di Desa Dadap, Kecamatan Kosambi pada 23 Mei 2016.

“Sosialisasi secara gencar dilakukan oleh aparat kecamatan, diharapkan pemilik bangunan membongkar atas kesadaran sendiri,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, dikutip Antara, Ahad, 27 Maret 2016.

Ahmed mengatakan setelah pembongaran bangunan dilakukan pembinaan ketrampilan terhadap para Wanita Tuna Susila (WTS) yang ingin beralih profesi.

Dia mengatakan aparat Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat memberikan pelatihan ketrampilan kepada para WTS.

Masalah tersebut terkait Pemkab Tangerang menggandeng akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, untuk membuat rencana kawasan Dadap menjadi pusat kajian Islam dan kampung nelayan.

Aparat Pemkab Tangerang sudah mendapatkan paparan dari Prof Budi Pratikno dari UGM dan mengubah kawasan kumuh menjadi lebih baik.

Namun saat ini kawasan Dadap merupakan perkampungan nelayan yang kumuh dan terdapat lokasi prostitusi sehingga perlu dirombak dan ditata.

Meski begitu, kawasan Dadap tersebut dengan luas sekitar 12 hektare milik PT Angkasara Pura II, pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta lainnya tanah pengairan.

Penataan kawasan tersebut juga melibatkan pihak ketiga bahwa banyak perusahaan yang ada di sekitar yang peduli terhadap kondisi lingkungan itu.

Sesuai hasil pendataan bahwa terdapat sebanyak 427 WTS, sebanyak 72 kafe, hotel kelas melati, tempat karaoke dan warung remang-remang.

Dia menambahkan kepada warga yang mendiami kawasan tersebut tapi tidak melakukan kegiatan prostitusi, maka disediakan Rusunawa.

“Warga yang memiliki lahan dan disertai surat tanah di Dadap diupayakan mendapatkan ganti rugi,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Pemkab Tangerang, Iskandar Mirsyad mengatakan mengutip keterangan Kepala Sub Bidang Tuna Susila dan Orang Dengan HIV/AIDS Kementerian Sosial, Dewi Rani bahwa Kemensos membantu uang transpor untuk pemulangan para WTS ke daerah masing-masing.

Pihak Kemensos juga menyiapkan tempat di Panti Sosial Karya Wanita (WTSW) Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur untuk penampungan sementara para WTS.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

GUIB Demo Konjen China di Surabaya

GUIB Demo Konjen China di Surabaya

PKS Heran Jokowi Teruskan Program Kartu Prakerja: Jika Pelatihan Online Dihapus, Negara Bisa Hemat Rp5,6 Triliun

PKS Heran Jokowi Teruskan Program Kartu Prakerja: Jika Pelatihan Online Dihapus, Negara Bisa Hemat Rp5,6 Triliun

KPU Bocorkan Pertanyaan Debat Pilpres, Dikritik “Masa Kalah dari Cerdas Cermat”

KPU Bocorkan Pertanyaan Debat Pilpres, Dikritik “Masa Kalah dari Cerdas Cermat”

Selama Ramadhan, Jamaah Tabligh Sebarkan Da’i di Seluruh Kapal Laut

Selama Ramadhan, Jamaah Tabligh Sebarkan Da’i di Seluruh Kapal Laut

Sultan Ternate Usulkan Penggunaan Dinar sebagai Alat Tukar

Sultan Ternate Usulkan Penggunaan Dinar sebagai Alat Tukar

Baca Juga

Berita Lainnya