Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pakar Tafsir: Seseorang Jadi Mulia karena Selektif terhadap Makanan

Sindo
Pusat Kajian Halal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan alat mampu mendeteksi unsur gelatin babi yang diharamkan
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pakar tafsir hadits UIN Sunan Ampel Surabaya. Profesor Dr  Roem Rowi mengatakan  manusia  bisa menjadi makhluk yang mulia dan bisa juga menjadi makhluk yang terhina.

Salah satu yang menjadikan manusia menjadi mahkluk mulia adalah akhlaq dan makanan halal.

“Nabi diutus ke bumi karena membawa misi yang mulia. Yaitu untuk memperbaiki akhlaq dan moral umat manusia,”  ujarnya dalam  seminar kajian halal  bertema adalah ‘Urgensi Konsumsi Produk Halalan Thayyiban dalam Membentuk Jiwa dan Karakter Muslim’ sekaligus pencanangan Gerakan Masyarakat Halal Jawa Timur di Gedung Pascasarjana ITS, Surabaya  Kamis (24/03/2016).

Baca: Pusat Kajian Halal ITS Kembangkan Alat Deteksi Kandungan Babi

Selain akhlaq, hal kedua yang menjadikan manusia mulia adalah  selektif dalam mengkonsumsi makanan.

Menurutnya  selektif terhadap makanan adalah fitrah manusia, sebagaimana dikutip Al-Quran  surat Al Baqarah:168. Karena tidak mungkin bagi orang mulia mengkonsumsi hal-hal yang haram.

“Barangsiapa yang dagingnya tumbuh dari barang haram dan riba maka neraka lebih utama untuk membakarnya,” ujarnya mengutip sebuah hadits.

Karena itulah menurut Direktur Ma’had Al Masjid Al-Akbar Surabaya ini, halal merupakan pemberian Allah yang terbaik kepada manusia tidak hanya terkait makan dan minum.

Ketiga,  menurut Roem Rowi adalah bashair (indera dan mata hati).

“Manusia akan menjadi mulia karena menggunakan bashair atau mata hati. Dengan bashair inilah halal dan haram ini menjadi jelas adanya,” lanjutnya.

“Orang yang tidak menggunakan bashair maka ia akan menjadi buas, layaknya binatang,” ujarnya lagi.

Inilah yang menyebabkan orang menjadi terhina.

Menurut Roem fenomena kenakalan yang terjadi pada remaja boleh jadi disebabkan oleh kenakalan yang pernah dilakukan oleh orang tuanya.

“Bisa jadi rizki yang diberikan oleh kedua orang tuanya memberikan dampak yang serius terhadap sikap anak.  Sebab rizki yang halal sangat berdampak dalam membentuk karakter seorang anak, “ ujarnya.*/Khoirul Mukmin

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pengurus Pusat IKADI Resmi Dilantik, Ini Susunannya

Pengurus Pusat IKADI Resmi Dilantik, Ini Susunannya

IHH akan Digandeng ACT untuk Kirim Bantuan ke Aleppo

IHH akan Digandeng ACT untuk Kirim Bantuan ke Aleppo

Pencegahan Penanggulangan Terorisme

Kepala BNPT Sebut Pemulangan 600 WNI Eks ISIS Tak Gampang

PWNU Jateng: NU Tidak Kenal Tradisi Pembekuan

PWNU Jateng: NU Tidak Kenal Tradisi Pembekuan

Konferensi Media Islam, Dubes Iran Hadir Sebagai Partisipan

Konferensi Media Islam, Dubes Iran Hadir Sebagai Partisipan

Baca Juga

Berita Lainnya