Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Adian: Berpolitik untuk Ibadah

Partai Masyumi: Menjadikan politik sebagai wasilah dakwah
Bagikan:

Hidayatullah.com—Cendekiawan Muslim yang juga pemerhati media massa, Dr Adian Husaini menyebutkan bahwa dalam perspektif Islam, berpolitik adalah untuk beribadah; bukan semata-mata untuk mencari atau mempertahankan kekuasaan.

“Kalau semata-mata untuk kekuasaan; politik untuk politik, itu politik Machiavelis namanya,” kata Adian, dalam program Ulasan Media Radio Dakta, Selasa (22/03/2016) pagi.

Komentar Adian itu terkait dengan semakin memanasnya berita-berita seputar pilihan gubernur DKI 2017 nanti.  Samnpai-sampai ada satu media nasional yang menulis pernyataan artis Ahmad Dhani, bahwa partai-partai yang mendukung Ahok adalah partai penjilat.  

Disebutkan Adian, bahwa Machiavelli memiliki konsep politik yang membuang aspek ketuhanan dan keakhiratan.  Politik ya urusan dunia saja. Dunia itu dalam bahasa Latinnya disebut “saeculum”.

Jadi, kata Adian, politik seperti itu, yang hanya memperhitungkan aspek dunia, itulah yang disebut politik sekuler.  Dalam bukunya, The Prince, Machiavelli menyebutkan, bahwa jika Anda mau berkuasa atau mempertahankan kekuasaan, maka, “You must learn how not to be good,” Anda harus belajar untuk menjadi jahat!

Politik sekuler menghalalkan segala cara untuk meraih atau mempertahankan kekuasaan; sedangkan politik Islam memandang politik sebagai bentuk ibadah. Kekuasaan adalah alat untuk beribadah. Jadi, kekuasaan bukan tujuan utama berpolitik.

“Inilah tantangan berat yang dihadapi politisi muslim atau partai-partai Islam, bagaimana menjalankan politik dalam era yang sangat pragmatis-materialis sekarang ini,” tambah Adian yang pernah menjadi wartawan di Harian Berita Buana dan Harian Republika.

Jadi, politik Islam tidak boleh menghalalkan segala cara untuk menang. Ada etika dan syariat Islam yang wajib dipahami oleh kaum Muslim yang terjun dalam dunia politik. “Agar aktivitas politik mereka bernilai ibadah, meraih berkah dari Allah Subhanahu Wata’ala, dan bukan hanya berhitung menang kalah,” tegas Adian.

Berita lain yang menjadi sorotan Adian pagi ini adalah aksi demonstrasi sekelompok mahasiswa di Bunderan HI yang mengajak masyarakat untuk peduli terhadap nasib kaum Muslim Pattani di Thailand Selatan.

“Salut kepada mahasiswa yang punya kepedulian seperti itu, sebab hampir-hampir saat ini tidak ada yang tahu dan peduli dengan nasib Muslim Pattani,” kata Adian.

Acara Ulasan Media Radio Dakta 107 FM disiarkan setiap pagi pukul 06.30-07.00 WIB, Hari Senin-Jumat. Acara ini bisa diikuti melalui livestreaming www.dakta.com.   Pada era 1990-an, Adian Husaini juga telah menjadi nara sumber acara Teropong Media melalui Radio Muslim FM Jakarta.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Wamenag: Buya Yunahar Ulama yang Teguh Memegang Kebenaran

Wamenag: Buya Yunahar Ulama yang Teguh Memegang Kebenaran

Anak-cucu Dibebani Utang Negara, UU Keuangan Negara Digugat

Anak-cucu Dibebani Utang Negara, UU Keuangan Negara Digugat

Banjir dan Longsor di Sumbar, 2 Orang Meninggal

Banjir dan Longsor di Sumbar, 2 Orang Meninggal

Ketua Pemuda Pancasila: tak Ada yang Boleh Mengecam FPI

Ketua Pemuda Pancasila: tak Ada yang Boleh Mengecam FPI

Penyaluran Dana BOS untuk Madrasah akan Turun Tahun 2021

Penyaluran Dana BOS untuk Madrasah akan Turun Tahun 2021

Baca Juga

Berita Lainnya