Kamis, 21 Januari 2021 / 7 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Muhammadiyah: Siyono Ditangkap Sehat Dipulangkan Jadi Mayat

Musthofa B Nahrawardaya
Bagikan:

Hidayatullah.com – Kematian terduga Siyono, warga Muhammadiyah yang ditangkap aparat Densus 88 pada Selasa (08/03/2016) lalu, dan dinyatakan tewas saat pemeriksaan pada Jum’at (11/03/2016) menurut Pengurus Pusat Muhammadiyah dan juga pengamat terorisme, Mustafa Nahrawardaya dinilai menimbulkan banyak pertanyaan.

Salah satunya, kata dia, adalah alasan korban tewas yang menurut Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto, karena kelelahan setelah berkelahi dengan Densus di dalam mobil.

“Selama ini semua orang juga tahu keganasan Densus, tidak ada ceritanya ada terduga dapat lolos dari kawalan setelah ditangkap dengan cara kasar, dan biasanya terduga langsung diborgol serta dilakban mukanya,” kata Mustofa dalam rilisnya, Ahad (13/03/2016).

“Karena ini standar baku mereka. Jadi kalau sampai ada terduga lepas dari kawalan, apalagi berani melawan Densus, ini sebuah fenomena baru,” lanjutnya.

Karena itu, terang Mustofa, bagaimana mungkin Siyono berkelahi. Jika terduga menggerakkan tangan saja kemungkinan tak mampu, kata dia.

Olehnya, ia mengaku perlunya dilakukan pengusutan serius terhadap operasi Densus. Bahkan juga audit total, termasuk cara menggeledah dan soal anggaran satuan khusus anti terorisme ini.

“Penggeledahan disaat anak-anak TK yang sedang belajar di lokasi, tidaklah perlu. Selain menyebabkan trauma, perilaku Densus seperti itu sangat berpotensi menimbulkan dendam yang tersimpan di benak para siswa, yang hanya akan melahirkan teroris baru di kemudian hari,” jelasnya.

Terkait anggaran, ia menjelaskan, bahwa kenaikan Rp 1,9 Trilyun untuk Densus 88 ini, sebagaimana yang diakui Luhut Panjaitan, adalah untuk kenaikan gaji 400 anggota Densus, peremajaan alat, penguatan intelejen dan sebagainya.

“Namun jika kenaikan tersebut tidak menambah keahlian Densus dalam dinas, maka anggaran tersebut perlu diaudit dan kalau perlu, selama audit, operasi Densus sementara dikembalikan ke Brimob terlebih dahulu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Siyono warga Dusun Brengkuan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah ditangkap di rumah yang digunakan sebagai sekolah TK Raudhatul Athfal (RA).*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

TPM Minta Abaikan Keterangan Saksi Ahli

TPM Minta Abaikan Keterangan Saksi Ahli

Nur Asia Uno: Pengusaha Muslimah Berperan Besar Bangun Ekonomi

Nur Asia Uno: Pengusaha Muslimah Berperan Besar Bangun Ekonomi

Mustofa: Isu Radikalisme Sengaja Dibuat untuk Hancurkan Media Islam

Mustofa: Isu Radikalisme Sengaja Dibuat untuk Hancurkan Media Islam

Alfian Tanjung Mulai Disidang, Tim Advokasi Nilai PKI yang Diuntungkan

Alfian Tanjung Mulai Disidang, Tim Advokasi Nilai PKI yang Diuntungkan

Mendidik Anak Tangguh di Zaman Now

Mendidik Anak Tangguh di Zaman Now

Baca Juga

Berita Lainnya