Dompet Dakwah Media

Muhammadiyah: Siyono Ditangkap Sehat Dipulangkan Jadi Mayat

Menurut Mustofa Nahrawardaya, bagaimana mungkin Siyono berkelahi? Jika terduga menggerakkan tangan saja tak mampu

Muhammadiyah: Siyono Ditangkap Sehat Dipulangkan Jadi Mayat
Musthofa B Nahrawardaya

Terkait

Hidayatullah.com – Kematian terduga Siyono, warga Muhammadiyah yang ditangkap aparat Densus 88 pada Selasa (08/03/2016) lalu, dan dinyatakan tewas saat pemeriksaan pada Jum’at (11/03/2016) menurut Pengurus Pusat Muhammadiyah dan juga pengamat terorisme, Mustafa Nahrawardaya dinilai menimbulkan banyak pertanyaan.

Salah satunya, kata dia, adalah alasan korban tewas yang menurut Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto, karena kelelahan setelah berkelahi dengan Densus di dalam mobil.

“Selama ini semua orang juga tahu keganasan Densus, tidak ada ceritanya ada terduga dapat lolos dari kawalan setelah ditangkap dengan cara kasar, dan biasanya terduga langsung diborgol serta dilakban mukanya,” kata Mustofa dalam rilisnya, Ahad (13/03/2016).

“Karena ini standar baku mereka. Jadi kalau sampai ada terduga lepas dari kawalan, apalagi berani melawan Densus, ini sebuah fenomena baru,” lanjutnya.

Karena itu, terang Mustofa, bagaimana mungkin Siyono berkelahi. Jika terduga menggerakkan tangan saja kemungkinan tak mampu, kata dia.

Olehnya, ia mengaku perlunya dilakukan pengusutan serius terhadap operasi Densus. Bahkan juga audit total, termasuk cara menggeledah dan soal anggaran satuan khusus anti terorisme ini.

“Penggeledahan disaat anak-anak TK yang sedang belajar di lokasi, tidaklah perlu. Selain menyebabkan trauma, perilaku Densus seperti itu sangat berpotensi menimbulkan dendam yang tersimpan di benak para siswa, yang hanya akan melahirkan teroris baru di kemudian hari,” jelasnya.

Terkait anggaran, ia menjelaskan, bahwa kenaikan Rp 1,9 Trilyun untuk Densus 88 ini, sebagaimana yang diakui Luhut Panjaitan, adalah untuk kenaikan gaji 400 anggota Densus, peremajaan alat, penguatan intelejen dan sebagainya.

“Namun jika kenaikan tersebut tidak menambah keahlian Densus dalam dinas, maka anggaran tersebut perlu diaudit dan kalau perlu, selama audit, operasi Densus sementara dikembalikan ke Brimob terlebih dahulu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Siyono warga Dusun Brengkuan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah ditangkap di rumah yang digunakan sebagai sekolah TK Raudhatul Athfal (RA).*

Rep: Yahya G Nasrullah

Editor: Cholis Akbar

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan. Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !