Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Komnas HAM Desak Densus Klarifikasi Kematian Siyono

klatenupdate.com
Bagikan:

Hidayatullah.com – Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution mendesak pihak kepolisian maupun Detasemen Khusus (Densus) 88 mengklarifikasi kabar kematian Siyono yang ditangkap pada Selasa (08/03) lalu di kampungnya, Desa Pogung Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

“Sebaiknya pihak kepolisian atau densus 88 mengklarifikasi hal tersebut ke publik,” ujar Maneger dalam rilisnya kepada hidayatullah.com, Sabtu (12/02/2016).

Menurutnya, siapapun tidak setuju terhadap tindakan kekerasan apalagi terorisme. Namun, dalam pencegahan dan penindakannya juga dinilai harus dengan cara yang manusiawi dan beradab.

“Sekiranya berita tersebut benar adanya, ini (tindakan Densus 88, red) betul-betul sudah melampaui batas kewarasan nalar kemanusiaan,” ungkapnya.

Maneger mengaku tak ada salahnya mengevaluasi kepolisian khususnya Densus 88. Bahkan, kata dia, DPR juga sebaiknya mempertimbangkan kembali kebijakan kenaikan anggaran bagi BNPT atau Densus, termasuk rencana revisi UU Pemberantasan Terorisme.

“Dengan pendanaan seperti sekarang saja, kinerjanya sedemikian mengecewakan, apatah lagi kalau ditambah? DPR RI patut hati-hati dengan rencana revisi UU Pemberantasan Terorisme. Dengan UU yang ada sekarang saja perlakuannya sudah sedemikian keterlaluan, apalagi kalau kewenangannya diperkuat?,” paparnya.

Untuk itu, terang Maneger, Komnas HAM dan semua komponen bangsa yang mencintai kemanusiaan yang adil dan beradab harus bersatu mengingatkan bangsa ini utamanya kepolisian atau BNPT maupun Densus 88 agar mengakhiri drama kemanusiaan seperti kasus tewasnya terduga teroris.

“Masyarakat sungguh sudah memahami peristiwa yang sebenarnya. Kepolisian atau BNPT dan Densus 88 harus dievaluasi soal pencegahan dan penindakan terorisme,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Siyono (39) warga Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten yang diduga tewas usai dibawa Densus 88, Jumat (11/3/2016).

Warga Muhammadiyah Klaten ini awalnya sehat  tanpa sakit tanpa luka. Korban dijemput setelah Shalat Maghrib di Mesjid dekat rumah dan saat ini korban telah dinyatakan tewas oleh kepolisian.

Sementara itu, Mustofa B. Nahrawardaya, Pengurus MPI PP Muhammadiyah yang juga pengamat terorisme mengatakan cara Densus melakukan operasi perlu dievaluasi.

“Cara-cara Densus menggeledah perlu dievaluasi. Banyaknya pelanggaran di lokasi penggerebekan termasuk di TK Roudhatul Athfal Klaten. Penggeledahan disaat anak-anak TK yang sedang belajar di lokasi, tidaklah perlu. Jika fungsi intelijen akan ditingkatkan dengan kenaikan anggaran, maka cara-cara brutal seperti itu jelas tidak elok,” ujarnya dalam sebuah rilis hari Sabtu (12/03/2016).*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ormas GARDAH Jabar Tangkap Tangan Dugaan Aksi “Pemurtadan”

Ormas GARDAH Jabar Tangkap Tangan Dugaan Aksi “Pemurtadan”

Ketua Umum PB PII, Husin Tasrik Muktar Nasution akan Optimalkan Amanah

Ketua Umum PB PII, Husin Tasrik Muktar Nasution akan Optimalkan Amanah

Hari Ini Massa FUI Geruduk Kedubes AS

Hari Ini Massa FUI Geruduk Kedubes AS

RS Indonesia di Gaza Butuh Rp30 Miliar

RS Indonesia di Gaza Butuh Rp30 Miliar

Komitmen Terus Berkhidmat untuk NKRI Bermartabat

Komitmen Terus Berkhidmat untuk NKRI Bermartabat

Baca Juga

Berita Lainnya