Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Soal Wacana UU Anti LGBT, Pengamat Hukum: Lebih Baik Buat UU Ketahanan Keluarga

Ketua Lembaga Kajian dan Hukum Islam Universitas Indonesia (UI) Dr. Heru Susetyo, SH
Bagikan:

Hidayatullah.com – Terkait wacana pembuatan UU Anti LGBT, Ketua Lembaga Kajian dan Hukum Islam Universitas Indonesia (UI) Dr. Heru Susetyo, SH menyarankan agar lebih baik dibuat Undang-undang ketahanan keluarga.

“Justru saya mengusulkan UU ketahanan keluarga, kita kembali ke keluarga masing-masing saja, keluarganya yang ditekankan,” ujarnya kepada hidayatullah.com saat menjadi pembicara pada seminar bertema ‘LGBT dalam Prespektif Keilmuan’ di Universitas Indonesia, Sabtu (27/02/2016).

Baca: DPR Usulkan RUU Anti-Penyimpangan Perilaku Seksual

Menurutnya, penguatan terhadap tradisi keluarga -termasuk didalamnya peran ayah dan ibu- menjadi penting, mengingat keluarga bersifat heteroseksual, sehingga tidak membuka alternatif untuk model lain.

Langkah itu, lanjut Heru, harus difasilitasi oleh Negara. Karena keluarga yang sehat akan melahirkan anak-anak yang kuat, pemuda yang tangguh, calon orang tua yang baik, serta akan berdampak pada Negara yang hebat kedepannya.

“Jadi misalnya dalam kebijakan-kebijakan harus memberikan porsi berlebih dalam memberikan penguatan-penguatan keluarga,” jelasnya.

Beberapa contohnya, terang Heru, seperti cuti hamil bagi seorang suami, pengaturan jam kerja, pembuatan sarana children playground yang mudah dijangkau kebanyakan kalangan, serta pemantauan pronografi dan akses sosial media.

“Termasuk yang penting, bagaimana bisa menghidupkan kembali jam belajar keluarga, antara habis maghrib sampai jam sembilan malam, tidak boleh ada anak-anak yang mengakses televisi dan gadget misalnya, ayah pun harus mendampingi,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan dan mendorong untuk lebih menggencarkan program-program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Supaya ini jangan jadi kementerian yang sampingan, sekarang kan kesannya ini bukan kementerian yang utama. Intinya keluarga harus jadi mainstream,” tukas pengajar senior Viktimologi, HAM dan Kesejahteraan Sosial ini.

Ditanya apakah sudah ada lembaga yang merancang hal tersebut, Heru menyatakan belum ada. “Tapi saya pernah mendengar beberapa teman-teman salah satu fraksi sudah mencanangkan,” pungkasnya.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Di Garut, Pemakaman Disulap Jadi Penjemuran Pakaian

Di Garut, Pemakaman Disulap Jadi Penjemuran Pakaian

Sri Bintang: Ada apa Amerika Ikut Memantau Pilkada Jawa Barat?

Sri Bintang: Ada apa Amerika Ikut Memantau Pilkada Jawa Barat?

MUI Minta Tempat Hiburan Malam Tutup Selama Ramadhan

MUI Minta Tempat Hiburan Malam Tutup Selama Ramadhan

Angin Kencang Bogor, 1 Korban Jiwa, Pohon Tumbang, Rumah Rusak

Angin Kencang Bogor, 1 Korban Jiwa, Pohon Tumbang, Rumah Rusak

Pemerintah berencana Bikin Payung Hukum Pembinaan Ormas

Pemerintah berencana Bikin Payung Hukum Pembinaan Ormas

Baca Juga

Berita Lainnya