Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Bung Karno Ternyata Ngeri dengan Homoseksual

ilustrasi
Ir Soekarno, tokoh yang berperan membubarkan Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Partai Masyumi
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri, mengungkap, Presiden Indonesia pertama, Ir Soekarno alias Bung Karno adalah sosok yang ngeri melihat perilaku homoseksual.

“Tahun 1965  Bung Karno itu sudah menulis atau bercerita atau mengalami dan lihat langsung tentang bagaimana kegilaan LGBT di dalam penjara,” ungkap Reza dalam seminar kebangsaan yang diselenggarakan Laznas BMH bersama DPW Hidayatullah Jabodebek.

“Tahun 1920-an dia alami itu, kemudian dia tuangkan dalam sebuah biografinya Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat.  Pertama kali terbit tahun 1965,” jelasnya di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (27/02/2016). [Baca: Selamatkan Keluarga Berarti Selamatkan Bangsa dan Negara]

Kata Reza, dalam biografi itu, ada satu bab khusus dimana Bung Karno bercerita panjang lebar tentang  rasa takutnya. Bung Karno, kata Reza, lebih takut pada homoseksual daripada berhadapan dengan imperialis Belanda.

“Bung Karno lihat sendiri dengan mata kepala dia. Bagaimana kemudian kegilaan-kegilaan itu, berada dalam situasi terkurung, berada dalam situasi yang sangat buruk membuat manusia kehilangan akal sehatnya, dan memilih untuk melakukan –maaf– persenggamaan dengan sesama jenis di dalam penjara,” paparnya.

“Saya pikir itu merupakan literatur berkualitas pertama di Indonesia yang bicara tentang kengerian yang dimunculkan oleh homoseksualitas,” lanjut pegiat Gerakan Indonesia Beradab (GIB) ini.

Namun, Reza menyayangkan Indonesia yang dinilainya tidak pernah bersikap serius menangani fakta mengerikan yang dialami oleh sosok sekelas Bung Karno.

“Sejak tahun 1965 buku itu terbit sampai bertahun-tahun kemudian, menurut saya tidak pernah ada penyikapan serius bagaimana menanggulangi homoseksualitas, terutama sekali di dalam penjara,” ulasnya.*

Rep: Imam Nawawi
Editor: Muh. Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Muhammadiyah: Sangat Bagus Spirit 212 Kembangkan Ekonomi Umat

Muhammadiyah: Sangat Bagus Spirit 212 Kembangkan Ekonomi Umat

Dianggap Advokat Magang, Kuasa Hukum Tergugat II Intervensi Ditolak Hakim.

Dianggap Advokat Magang, Kuasa Hukum Tergugat II Intervensi Ditolak Hakim.

Jelang Munas, Hidayatullah ajak Kadernya Dukung “Gempar Munas IV”

Jelang Munas, Hidayatullah ajak Kadernya Dukung “Gempar Munas IV”

Menag Minta Tim Pembahasan RPP Jaminan Produk Halal Bergerak Cepat

Menag Minta Tim Pembahasan RPP Jaminan Produk Halal Bergerak Cepat

Kuasa Hukum 02: MK Tidak Melakukan Aktivisme Yudisial

Kuasa Hukum 02: MK Tidak Melakukan Aktivisme Yudisial

Baca Juga

Berita Lainnya