Kamis, 20 Januari 2022 / 16 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

DPR Usulkan RUU Anti-Penyimpangan Perilaku Seksual

Anggota dewan saat bersidang
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menyatakan siap dan mendukung penyusunan RUU Anti-Penyimpangan Perilaku Seksual sebagai RUU inisiatif DPR RI.

Hal itu disebutkan sebagai upaya preventif dan bentuk perlindungan afirmatif negara terhadap rakyatnya melalui jalur legislasi, terhadap fenomena propaganda dan dukungan oleh komunitas homoseksual dan LGBT atas perilaku menyimpang di Indonesia, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

“Baik legislatif, eksekutif maupun yudikatif harus mencermati fenomena ini dan merumuskan cara terbaik untuk menanganinya baik untuk sisi pencegahan maupun untuk sisi kuratif, rehabilitasi maupun re-integrasi. Perilaku LGBT tentu berpotensi merusak tatanan sosial-budaya bangsa Indonesia yang terkenal sangat religius dan menghormati nilai-nilai keluarga. Untuk itu diperlukan adanya UU yang afirmatif,” tegas Jazuli Juwali di sela-sela persiapan acara Focus Group Discussion (FGD) “Bahaya LGBT bagi tatanan sosial-budaya bangsa Indonesia” di Gedung Nusantara I Kompleks DPR RI Jakarta, Rabu (24/02/2015).

Dalam rilis yang dikirim ke redaksi hidayatullah, PKS mengutip data Kemenkes pada 2012, terdapat 1.095.970 lelaki berhubungan seksual dengan lelaki, yang berarti meningkat dari sekitar 800 ribu orang pada tahun 2009. Sementara itu, jumlah waria pada tahun 2010 sekitar 31 ribu.

PKS juga mengatakan, beberapa negara saat ini telah memiliki UU Anti-Homoseksual, seperti Rusia, Turki, Pakistan, Filipina, Saudi Arabia, dan lain-lain.

Baca: PKS Inisiasi RUU Anti Penyimpangan Seksual dan LGBT

Oleh karena itulah, dengan adanya FGD ini, Fraksi PKS ingin mendapatkan masukan sebanyak-banyaknya dari berbagai elemen untuk memperkuat isi dari draf legislasi tentang penanganan masalah LGBT. Hal ini untuk menunjukkan negara memiliki kerangka hukum yang kuat dan tegas untuk membendung promosi LGBT, baik melalui media sosial, sekolah, maupun di perguruan tinggi.

“Kita menolak propaganda LGBT, tapi kita tolong penderitanya. Kita perlu mengajak mereka untuk memulai hidup baru yang lebih baik, hijrah dan kembali ke fitrahnya. Menjadi laki-laki yang sebenarnya bila dia laki-laki, dan menjadi perempuan yang sebenarnya bila dia perempuan,” jelas Anggota Komisi Hukum DPR RI ini.

FGD yang diselenggarakan mulai pukul 13.00 hingga 16.00 ini, menampilkan sebagai narasumber Huzaemah T. Yanggo (MUI), Romo Y.R. Edy Purwanto (KWI), Maneger Nasution (Komnas HAM), dan Fahira Idris (Anggota DPD RI dari DKI Jakarta).

Hadir sebagai Peserta aktif antara lain BEM sejumlah universitas, perhimpunan pemuda agama, dan DPRD Kabupaten/Kota sekitar Jabodetabek.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

5 Rekomendasi Deklarasi Nasional “Penyelamatan NKRI Dari Konspirasi Aliran Sesat di Indonesia”

5 Rekomendasi Deklarasi Nasional “Penyelamatan NKRI Dari Konspirasi Aliran Sesat di Indonesia”

Suryaman, SH, salah satu anggota Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, yang ikut menvonis Habib Rizieq Shibab telah meninggal dunia

Suryaman, Salah Satu Majelis Hakim yang Adili Habib Rizieq Meninggal Dunia

Ketum PP Muhammadiyah Temui KH Ma’ruf Amin, Beri Dukungan ke MUI

Ketum PP Muhammadiyah Temui KH Ma’ruf Amin, Beri Dukungan ke MUI

Menag Ingin Dana Abadi Umat untuk Berdayakan Masjid

Menag Ingin Dana Abadi Umat untuk Berdayakan Masjid

Muhammadiyah Hidayatullah

Muhammadiyah Serukan Kader Kembali Pada Alquran dan Sunnah, Tapi Tidak dengan Kering dan Tekstual

Baca Juga

Berita Lainnya