Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Aksi Gerakan Menutup Aurat, Ribuan Muslimah Berjilbab Ramaikan Jakarta

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Barisan massa pria-wanita itu memanjang ratusan meter, mencuri perhatian tersendiri para pengunjung CFD.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 2016 berlangsung semarak di arena Car Free Day (CFD), Jakarta, Ahad pagi, 5 Jumadil Awwal 1437 (14/02/2016).

Ribuan Muslimah berjilbab serba ungu meramaikan Jl MH Thamrin-Jl Jenderal Sudirman saat mereka long march dari Monas-Bundaran HI-Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Dalam acara gelaran komunitas Peduli Jilbab dan Aku Cinta Islam ini, massa mengkampanyekan pentingnya berhijab.

Yo ayo, ayo berhijablah, kuingin kita masuk surga….!” koor massa pria menyanyikan lagu mirip yel-yel klub sepakbola Persija Jakarta. Lagu itu dinyanyikan berkali-kali oleh massa berbaju serba hitam tersebut, yang berbaris di bagian depan sebagai pembuka jalan.

Pantauan hidayatullah.com, barisan massa pria-wanita itu memanjang ratusan meter, mencuri perhatian tersendiri para pengunjung CFD.

“Wah, berjilbab semua ya perempuannya,” ujar seorang wanita tak berjilbab tampak kagum menyaksikan pawai itu dari atas jembatan penyeberangan orang Tosari.

Tampak anggun dengan jilbab. [Foto: Syakur]

Tampak anggun dengan jilbab. [Foto: Syakur]

Sekitar pukul 08.40 WIB, konvoi berakhir di Dukuh Atas dekat Patung Jenderal Sudirman. Di sini digelar orasi oleh sejumlah pembicara, di antaranya bintang film Tausiyah Cinta, Ressa Rere.

“Saya sama teman-teman merinding melihat (konvoi ini),” ujar Rere yang tampil berbalut jilbab hitam dan gamis putih. [Baca: “Daripada Valentin Mending Pengantin, daripada Coklat Mending Akad”]

Kata dia, GEMAR 2016 merupakan bagian dari menjalankan perintah Allah dan Sunnah Rasulullah. Ia pun menyemangati para peserta untuk istiqomah dalam menyampaikan perintah berhijab tersebut.

Pembicara lain, Syukron Muchtar dari Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) mengatakan, keringat para peserta yang mengucur merupakan saksi perjuangan dakwah.

Apalagi, kata dia, kalau ada wanita yang belum berjilbab lalu jadi berjilbab setelah menyaksikan acara tersebut. “Maka pahalanya akan mengalir kepada kita semua,” ujarnya.

Di Dukuh Atas dilakukan pengumpulan tanda tangan dukungan terhadap kegiatan untuk umum ini. Aksi di bawah terik matahari pagi ini berjalan tertib, berakhir sekitar pukul 09.40 WIB.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, GEMAR 2016 dihadiri oleh massa dari sekitar 23 komunitas Islam. Di antaranya, Muslim Designer Community, Pagi Berbagi, SedekahHarian, Gerakan Nasional AntiMiras, One Day One Juz, KAMMI, Muslimah Talk, AshabulKahfi, Islamic Otaku Community, dan sebagainya.*

Rep: SKR
Editor: Muh. Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pemuda OKI: Provokasi George Bush Soal Teroris, Para Muslimah Alami Ketertindasan

Pemuda OKI: Provokasi George Bush Soal Teroris, Para Muslimah Alami Ketertindasan

Ja’far Umar Thalib: NU Jangan Terpancing Isu Wahabi

Ja’far Umar Thalib: NU Jangan Terpancing Isu Wahabi

Didin Hafidhuddin Nilai Jatuhnya Nilai Tukar Rupiah, Karena Negara Salahi Konsep Perekonomian Islam

Didin Hafidhuddin Nilai Jatuhnya Nilai Tukar Rupiah, Karena Negara Salahi Konsep Perekonomian Islam

Disetujui Gubernur,  InsyaAllah Penutupan Lokalisasi Dolly Selangkah Lagi

Disetujui Gubernur, InsyaAllah Penutupan Lokalisasi Dolly Selangkah Lagi

Menag: Moderasi Beragama Diperlukan Hadapi Era Distrupsi Informasi

Menag: Moderasi Beragama Diperlukan Hadapi Era Distrupsi Informasi

Baca Juga

Berita Lainnya