Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Jokowi Dihimbau Berhati-hari Gunakan Makna Terorisme karena Indonesia Negara Mayoritas Islam

Presiden Joko Widodo
Bagikan:

Hidayatullah.com–Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid meminta Presiden Joko Widodo hati-hati dan dapat memperjelas mendefinisikan makna terorisme, saat menjadi pembicara mengenai isu terorisme dalam US-ASEAN Summit.

“Misalnya definisi terorisme bagi AS dan ASEAN berbeda. Ini harus diperjelas karena di Indonesia adalah mayoritas beragama Islam,” katanya Jumat Jumat, (12/02/2016) dikutip Antara.

Dia mengatakan, Presiden harus menjelaskan bahwa pemahaman Indonesia terhadap terorisme berbeda dengan perspektif negara-negara Barat yang mengkaitkannya dengan agama tertentu.

Presiden Jokowi menurut dia, harus menjelaskan bahwa terorisme adalah sebuah tindakan teror dan tidak terkait dengan salah satu agama.

“Definisi terorisme adalah kegiatan teror bukan seperti yang dianggap negara-negara barat yaitu terkait agama tertentu,” ujarnya.

Meutya menilai Presiden Jokowi harus hati-hati jangan sampai forum tersebut menggiring opini bahwa Islam terkait dengan kegiatan terorisme. Namun menurut dia, Presiden harus membawa perspektif sendiri dalam mendefinisikan terorisme.

“Definisi terorisme sangat luas dan jangan digiring oleh pemahaman terorisme ala Barat,” katanya.

Selain itu dia menilai didaulatnya Presiden Jokowi sebagai pembicara utama dalam pertemuan itu karena Indonesia dinilai berhasil menangani aksi terorisme.

Namun menurut dia, hal itu jangan sampai Presiden lupa mendefinisikan makna terorisme sesungguhnya sehingga harus diperjelas dalam pidatonya.

“Saya apresiasi (Presiden Jokowi menjadi leader speaker) karena Indonesia memiliki pengalaman mengatasi terorisme namun harus hati-hati menyampaikan definisi terorisme,” katanya.

Kementerian Luar Negeri RI mengatakan Presiden AS, Barack Obama, menunjuk Presiden Joko Widodo untuk menjadi Leader Speaker dalam salah satu sesi yang ada dalam KTT US-ASEAN Summit di Sunny Land, California.

Obama meminta Presiden Jokowi menjadi pembicara utama soal terorisme di KTT US-ASEAN Summit karena kesuksesan Indonesia mengatasi teror bom yang terjadi pada 14 Januari 2016 di Jakarta.

KTT tersebut akan dihelat pada tanggal 15-16 Febuari 2016 dan akan dihadiri Presiden Jokowi beserta dengan Menlu Retno Marsudi.

Ke-10 negara anggota ASEAN sudah dipastikan hadir bersama dengan Amerika Serikat.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Warga dan Satpol PP Bandung Kembali Eksekusi Gereja Liar HKBP

Warga dan Satpol PP Bandung Kembali Eksekusi Gereja Liar HKBP

Sampai 2013 Kemenkominfo Blokir 1 Juta Lebih Situs Porno

Sampai 2013 Kemenkominfo Blokir 1 Juta Lebih Situs Porno

Film “Sang Kiai” Dinilai Bisa Buat Orang Sadar Kontribusi NU

Film “Sang Kiai” Dinilai Bisa Buat Orang Sadar Kontribusi NU

Kebebasan Finansial Bukan Ukuran Kesuksesan Wanita

Kebebasan Finansial Bukan Ukuran Kesuksesan Wanita

Dr Adian Husaini Luncurkan Buku Baru Tentang Pendidikan Islam

Dr Adian Husaini Luncurkan Buku Baru Tentang Pendidikan Islam

Baca Juga

Berita Lainnya