Jum'at, 22 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Berkasih Sayang Tak Cuma Sehari, Kampanyekan “Hindari Valentine’s Day!”

RoL
Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin
Bagikan:

Hidayatullah.comValentine’s Day merupakan bentuk pendustaan publik. Pendustaan itu tak lain hawa nafsu yang dikemas seperti perbuatan baik.

Pernyataan itu disampaikan oleh Dekan Program Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Prof Dr Didin Hafidhuddin, dalam acara silaturahim dan kajian keislaman di kampus UIKA, Sabtu (13/02/2016).

Menurut Didin, paham kebebasan demikian sangat membahayakan manusia. Sebab segala sesuatu sudah diukur dengan timbangan kebendaan (materialistik), budaya hidup (hedonistik), dan gaya atau pandangan kebebasan (liberalistik).

“Ujung-ujungnya pasti jatuh ke sekularistik dan atheistik yang tidak peduli dengan ajaran agama,” ucapnya.

Dikatakan oleh mantan Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tersebut, Valentine’s Day tidak lain adalah merayakan sifat kebinatangan manusia. Bukan merayakan kasih sayang, seperti digemborkan oleh media mainstream sekular.

“Kasih sayang manusia itu bersifat abadi sepanjang masa, bukan cuma sehari saja,” papar Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI Pusat ini.

“Islam itu agama kasih sayang, ia lahir dari panggilan keimanan. Bukan sekedar karena menghargai fisik atau materi saja,” imbuhnya.

Menurut Didin, paham kebebasan yang diusung pendukung Valentine’s Day setali tiga uang dengan akar masalah LGBT yang kian massif di media belakangan.

Di hadapan dosen dan mahasiswa Pascasarjana UIKA termasuk awak hidayatullah.com, ia lalu menerangkan tafsir Surah al-Al-A’raf [7]: 179 tentang sebab manusia bisa lebih hina dari hewan.

“Propaganda sesat itu bukan hanya bertentangan dengan agama. Tapi juga meruntuhkan nilai-nilai kemanusiaan,” jelasnya.

Tak heran Allah sampai menghinakan manusia tersebut lebih hina daripada makhluk binatang.

“Ada tidak yang lebih hina dan buruk daripada binatang?” ucapnya.

Terakhir, ia mengimbau seluruh umat Islam terus menggencarkan kampanye bahwa Valentine’s Day itu sebagai budaya tidak benar dan harus dijauhi.

“Sebarkan terus di media, sampaikan itu haram dan dosa jika dilakukan. Mari selamatkan generasi muda Islam,” pungkasnya.*

Rep: Masykur Abu Jaulah
Editor: Muh. Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Wapres: Potensi Zakat diprediksi Rp230 Triliun, Baru 3,5% Dikelola

Wapres: Potensi Zakat diprediksi Rp230 Triliun, Baru 3,5% Dikelola

Habib Bahar

Kuasa Hukum Sebut Perselisihan Habib Bahar dan Ryan Jombang Sudah Selesai

281 Orang Meninggal, 1.016 luka-luka, 11.687 Mengungsi

281 Orang Meninggal, 1.016 luka-luka, 11.687 Mengungsi

Gempa, Karyawan Gedung Bertingkat di Jakarta Dzikir Berjamaah

Gempa, Karyawan Gedung Bertingkat di Jakarta Dzikir Berjamaah

Aliansi Anti Komunis Aksi Tolak RUU HIP di DPR

Aliansi Anti Komunis Aksi Tolak RUU HIP di DPR

Baca Juga

Berita Lainnya