Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Konseling SGRC Terkait Perilaku LGBT Dinilai Kurang Tepat

Salah satu penyebab maraknya penyakit LGBT adalah karakter 'kemayu' para penghibur TV
Bagikan:

Hidayatullah.com – Sinyo Egie, penulis buku ‘Anakku Bertanya Tentang LGBT’ menilai konseling yang dilakukan oleh Support Group and Resource On Sexuality Studies (SGRC) yang memfasilitasi layanan bagi para pelaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) adalah kurang tepat.

“Sekilas memang dianggap tidak ada masalah jika dilihat dari visi misinya,” terangnya saat dihubungi hidayatullah.com, Ahad, (24/01/2016).

Tetapi, menurut pria yang akrab dipanggil Kak Sinyo ini, SGRC mengantarkan orang untuk coming out.

“Katanya sih klien dibimbing untuk mengikuti nurani, tapi tidak mengerti nurani yang mana,” ujarnya.

“Masalahnya fitrah menurut mereka berbeda, mereka mendefinisikan nurani sesuai keinginan mereka,” jelas pemilik nama asli Agung Sugiarto ini.

Sinyo juga mengaku pernah bertemu langsung dengan salah seorang pendiri dari SGRC.

“Ya memang benar dia seorang homoseksual,” tukasnya.

Sebelumnya ramai beredar dan menjadi perbincangan netizen soal poster konseling untuk kaum lesbian, homeseksual, biseksual dan transgender (LGBT) oleh Support Group and Resource On Sexuality Studies (SGRC) yang berada di Universitas Indonesia dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.

Namun kedua kampus tersebut mengklarifikasi bahwa SGRC bukan bagian dari organisasi mahasiswa, hanya saja diprakarsai oleh para Alumni dan menggunakan logo Universitas.**

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ormas yang Menolak Dakwah UAS Dinilai Kurang Update

Ormas yang Menolak Dakwah UAS Dinilai Kurang Update

Eks Penganut Syiah Mengaku Bertahun-tahun Menunggu Momen Kembali ke Ahlussunnah

Eks Penganut Syiah Mengaku Bertahun-tahun Menunggu Momen Kembali ke Ahlussunnah

MUI Larang Remaja Rayakan “Valentine”, Mahasiswa Tolak Budaya Barat

MUI Larang Remaja Rayakan “Valentine”, Mahasiswa Tolak Budaya Barat

TPM: Cara Densus 88 Menangkap Terduga Dinilai Tidak Menghargai Hukum

TPM: Cara Densus 88 Menangkap Terduga Dinilai Tidak Menghargai Hukum

YLKI Minta Konsumen Jangan Terjerat Perilaku Konsumtif

YLKI Minta Konsumen Jangan Terjerat Perilaku Konsumtif

Baca Juga

Berita Lainnya