Selasa, 6 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Indonesian Police Watch: Inilah Kejanggalan Dalam Peristiwa Bom Sarinah

@OfficialNETNews
Diskusi Publik "Kejanggalan dalam peristiwa dan penanganan bom Sarinah
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S. Pane menyebutkan pelaku teror tentu selalu ingin mempertontokan bahwa tingkat kesadisan mereka sebagai teroris sangat mengkhawatirkan.

Tetapi, menurut Neta, di balik teror bom Sarinah dan Starbuck di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, itu muncul dalam rangka untuk menjatuhkan Tito Karnivan sebagai Kapolda Metro Jaya atau justru sebaliknya, menaikkan citranya.

“Kan sedikit lagi beliau jadi Jenderal bintang 3.., spekulasinya banyak ini. Begitu cepat, seolah-olah polisi bisa tangkas dan cepat memulihkan kondisi pasca bom Sarinah, itu bisa mengangkat citra beliau (Tito),” kata Neta dalam diskusi publik bertema “Kejanggalan Dalam Peristiwa dan Penanganan Bom Sarinah,” di Jakarta, Selasa (19/01/2016).

Tapi, disebutkan Neta, bahwa IPW melihat beberapa kejanggalan dalam peristiwa bom Sarinah dan Starbuck di kawasan Thamrin tersebut.

“Kenapa rombongan Krisna Mukti begitu cepat ke TKP (tempat kejadian perkara) dan menggunakan rompi? Padahal, dia bukan Densus. Kenapa Kapolda juga begitu cepat dan pelaku begitu tenang beraksi di depan publik? Terlihat tenang sekali nembak orang-orang dan polisi,” ungkapnya bertanya-tanya.

Kendati demikian, Neta tidak menampik bahwa ISIS bisa berkontribusi. Tak lama sebelum terjadi Tragedi Bom Paris, ia mengaku sedang berada di negara itu dan sudah beredar kabar bahwa Indonesia akan menjadi sasaran berikutnya. Namun ia menilai kepastian mengenai hal itu harus masih harus ditelusuri.

“Aksi teror tersebut banyak dispekulasikan mencontoh serangan teror yang terjadi di kota Paris, Prancis, akhir 2015.  Tapi, hingga saat ini belum ada kejelasan dari mana sebenarnya asal muasal aksi teror tersebut sejak direncanakan,” tukas Neta.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Komnas HAM Sebut Penanganan HAM Stagnan

Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Komnas HAM Sebut Penanganan HAM Stagnan

TKA China Masuk Indonesia

Ketua DPD RI Minta Pemerintah Klarifikasi Banyaknya TKA China Masuk ke Indonesia

Novel Baswedan Duga Penyerangan kepadanya Terorganisir dan Sistematis

Novel Baswedan Duga Penyerangan kepadanya Terorganisir dan Sistematis

Media Dinilai Sering Salah Menempatkan Ahli Agama

Media Dinilai Sering Salah Menempatkan Ahli Agama

KMIPR Ajak Tokoh Nasional Tanda Tangani Petisi Untuk Muslim Rohingya

KMIPR Ajak Tokoh Nasional Tanda Tangani Petisi Untuk Muslim Rohingya

Baca Juga

Berita Lainnya