Jum'at, 28 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Kementerian Kominfo Blokir 11 Situs Terkait Isu Radikalisme dan Teror

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pasca ledakan Pos Polisi di depan Gedung Sarinah dan kafe Starbucks di Gedung Skyline, di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir 11 situs yang dianggap beraliran radikal.

“Terakhir ada 11 situs yang kami tutup ya, karena masuk kategori radikalisme,” kata Rudiantara di kompleks Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan di Jakarta, Jumat dikutip Antara.

Ia menjelaskan sejumlah situs tersebut lebih banyak berasal dari Indonesia dengan alamat co.id dan penyedia blog gratis, namun ada sebagian juga yang berasal dari luar negeri.

Hingga tadi pagi, beberapa situs yang di antaranya menginformasikan cara membuat bom masih bisa dibuka namun sekitar pukul 10.00 WIB tidak bisa lagi.

“Jadi kami langsung tutup dulu, baru setelah itu kami pelajari (konten situsnya),” jelas dia.

Menurut dia ke-11 situs tersebut sebagian sudah dipantau oleh aparat penegak hukum sebagai situs yang beraliran radikal. Sedangkan sisanya didapatkan dari laporan masyarakat.

Rudiantara mengatakan, ada tim khusus yang diluar Kementerian Kominfo untuk memantau situs-situs yang dianggap meresahkan masyarakat hingga radikal.

“Ada yang bukan di Kominfo, kami berikan jalur khusus untuk aparat keamanan,” kata dia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menghimbau agar masyarakat tidak meneruskan sebuah informasi yang belum tentu kebenarannya, khususnya yang berkaitan dengan isu radikalisme dan terorisme.

“Ada laporan masyarakat, terakhir ada 11 situs yang kami tutup ya. Karena masuk kategori radikalisme. Kita tutup setelah aksi pengeboman itu,” ungkapnya.

Rudiantara mengatakan sejumlah situs tersebut lebih banyak berasal dari Indonesia dengan alamat co.id dan penyedia blog gratis, namun ada sebagian juga yang berasal dari luar negeri. Rudiantara menambahkan, ada tim khusus yang diluar Kementerian Kominfo untuk memantau situs-situs yang dianggap meresahkan masyarakat hingga radikal.

“Website lebih mudah, karena bisa dari laporan masyarakat. Tapi kalau media sosial biasanya mereka hit and run. Jadi ada tim yang dikatakan tidak di Kominfo. Karena Kominfo lebih fokus pada pengaduan masyarakat. Kami berikan jalur khusus kepada aparat keamanan. Kalau yang kaitan radikalisme terorisme itu tidak memberitahu kapan mau terjadi dan di mana terjadinya, jadi harus ada jalur khusus,” paparnya.

Rudiantara menghimbau kepada masyarakat agar tidak meneruskan sebuah informasi yang belum tentu kebenarannya. Apalagi yang berkaitan dengan isu radikalisme dan terorisme.

Rudiantara menambahkan, “Saya harapkan kepada masyarakat, jangan mudah untuk mem-forward informasi yang barangkali belum akurat. Yang malah nanti membuat masyarakat bingung, ini benar atau tidak. Belum tentu itu benar, atau malah hoax. Timbang-timbang, walaupun itu dari teman atau saudara. Dengan kita berpikir mengenai konten-nya itu, kita akan mengurangi 1 orang bingung dengan sebuah informasi yang kita kirim.”

Di antara ke 11 situs radikal itu ada situs www.bahrunnaim.com yang diduga milik Bahrunnaim warga negara Indonesia seorang simpatisan negara Islam Iraq Suriah (ISIS) yang bermukim di Suriah. Bahrunnaim ini menurut kepolisian diduga berada di balik aksi teror bom bunuh diri dan penembakan di kawasan jalan Thamrin Jakarta.

Situs lainnya yang sudah diblokir yaitu: www.dawlaislamiyyah.wordpress.com, www.keabsahankhilafah.blogspot.co.id,www.khilafahdaulahislamiyyah.wordpress.com, www.tapakrimba.tumbler.com, www.thoriquna.wordpress.com,www.tauhidjihad.blogspot.co.id,www.gurobabersatu.blogspot.co.id,www.bushro2.blogspot.co.id,www.mahabbatiloveislam.blogspot.co.id, www.azzam.in.

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan kepolisian dan aparat terkait lainnya dalam penanganan peristiwa serangan aksi teroris ini.

“Kemajuan sangat banyak, dan kita menangkap sampai saat ini ada beberapa belas orang (terduga teroris). Dan cukup banyak kemajuan. Dan kita mendapat beberapa peralatan (barang bukti),” ujar Luhut.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis Dibentuk

Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis Dibentuk

PBB Utus MS Kaban-Afriansyah Temui HRS di Saudi

PBB Utus MS Kaban-Afriansyah Temui HRS di Saudi

Gerakan Indonesia Beradab Gelar Rakornas dan Seminar 4 Pilar MPR

Gerakan Indonesia Beradab Gelar Rakornas dan Seminar 4 Pilar MPR

Muhammadiyah Dorong Penyelidikan Kasus Penembakan 6 Anggota FPI

Muhammadiyah Dorong Penyelidikan Kasus Penembakan 6 Anggota FPI

Anis Matta Gantikan LHI dan Nyatakan Mundur dari DPR

Anis Matta Gantikan LHI dan Nyatakan Mundur dari DPR

Baca Juga

Berita Lainnya