Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Khutbah Dai “Batam Madani”: Negara Jangan Kalah Sama Terorisme

Batampos
9 tokoh menerima Anugerah Batam Madani
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sehari pasca serangan bom dan senjata api di Sarinah, Jakarta Pusat, berbagai kalangan masyarakat masih memperbincangkan hangat isunya. Tak terkecuali pada khutbah Jumat di Masjid Baitul Karim, Polonia, Jakarta Timur.

Jumat, 5 Rabiuts Tsani 1437 H (15/01/2016) itu, sang khatibnya adalah dai penerima Anugerah Batam Madani, Jamaluddin Noor. Ustadz asal Kota Batam, Kepulauan Riau, ini mengaitkan isi khutbahnya dengan teror Sarinah.

Menurutnya, negara manapun termasuk Indonesia, tidak akan menerima aksi-aksi teror seperti itu. Oleh karenanya, ia menilai, “Negara dan pemerintah tidak boleh kalah oleh oknum-oknum tertentu yang disebut dengan teroris atau terorisme.”

Namun, menurutnya, ketika kasus terorisme masih sering terjadi di Indonesia, maka  berarti ada hal yang salah dalam pengelolaan bangsa ini.

“Khususnya ketegasan, nyali, dan keberanian daripada para pemimpin kita,” ujarnya yang tampil di depan ratusan jamaah dengan peci hitam dan kemeja batik.

Kata Jamaluddin, aksi teror di Jl MH Thamrin itu menimbulkan berbagai anggapan, alasan, dan argumentasi berbagai pihak. Ujung dari itu, kata dia, yang sering disalahkan adalah umat Islam.

Sebab, menurutnya, selama ini sering disebut, di antara ciri-ciri teroris adalah bercelana cingkrang, berjanggut, dan sebagainya. “Dan kenyataan yang terjadi ternyata tidak seperti itu,” ujarnya.

Dengan demikian, masyarakat ia pesankan untuk menyikapi suatu keadaan dengan bijak dan tidak latah. Baik dalam bertetangga, bermasyarakat, pun ber-Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Utuh Memaknai Jihad

Masih dalam khutbahnya, Jamaluddin mengingatkan para pemimpin Indonesia agar mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Kata dia, akhlak Rasul adalah jihad.

Jihad yang dimaksudkan, jelasnya, bukan dalam sudut pandang sempit. Tapi jihad yang universal, dalam segala konteks kebangsaan, kenegaraan, kemasyarakatan, kekeluargaan, dan kepribadian.

“(Jihad) bukan dengan cara menakut-nakuti masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, jihad bagi umat Islam adalah berperan maksimal dalam bidang masing-masing. Sebagai pemimpin negara, pejabat kementerian, politisi, budayawan, dan sebagainya.

Jamaluddin dianugerahi Pemerintah Kota Batam sebagai Tokoh Pendidikan dan Agama. Perintis Pondok Pesantren Hidayatullah di Pulau Batam, sejak 1997, ini dinilai telah banyak berkontribusi bagi dunia pendidikan.

Anugerah Batam Madani merupakan apresiasi kepada para tokoh yang telah berpartisipasi membantu jalannya pembangunan daerah itu. Puncak peringatannya di Hotel Harmoni One, Jumat (18/12/2015) malam.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Aktivis Surabaya Sebut DPR Tandingan Hanya Menggerus Kewibawaan Jokowi

Aktivis Surabaya Sebut DPR Tandingan Hanya Menggerus Kewibawaan Jokowi

Nyanyi Ave Maria Diiringi Adzan dalam Perayaan Natal Dinilai Kebablasan

Nyanyi Ave Maria Diiringi Adzan dalam Perayaan Natal Dinilai Kebablasan

Amien Rais: Jaga Keutuhan NKRI dengan Tahajud dan Jihad

Amien Rais: Jaga Keutuhan NKRI dengan Tahajud dan Jihad

‘Harus Dibedakan, Antara Mengkritik Penguasa dan Menyebarkan Hoax’

‘Harus Dibedakan, Antara Mengkritik Penguasa dan Menyebarkan Hoax’

Pengamat Nilai Rilis Dubes RI soal HRS Tidak Profesional

Pengamat Nilai Rilis Dubes RI soal HRS Tidak Profesional

Baca Juga

Berita Lainnya