Selasa, 2 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

Wabah DBD di Kaimana, Negara Diminta Segera Hadir

Bagikan:

Hidayatullah.com–Sekitar 30 Warga di Ibukota Kabupaten Kaimana, Papua Barat Terserang Deman Berdarah Dengue (DBD). Serangan DBD di Kabupaten Kaimana sudah berlangsung sejak sebulan ini, demikian rilis  Andry, Ketua DPC Jaringan Nasional Indonesia Baru (JNIB) Kaimana, Rabu (13/01/2016) kepada redaksi.

Menurut Andry, Daerah yang paling para terserang gigitan nyamuk Aedes Aegypti adalah kelurahan Kroi dan Kelurahan Kaimana.

Korban DBD ini sebagian kecil di rawat di rumah sakit Kaimana, Puskesmas dan sebagian lagi hanya mendapatkan perawatan tradisional di rumah.

Karena rumah sakit masih baru, peralatan masih terbatas, dokter terbatas,  Pemerintah Daerah belum melayani korban secara maksimal. Apalagi, kata Andry, mereka korban yang berobat di Puskesmas yang serba kekurangan alat dan dokter.

Mereka yang berobat di rumah, sedang dihimbau untuk berobat kerumah sakit terdekat dan Puskemas terdekat, dan istrahat  yang cukup untuk menjaga kekebalan tubuh melawan penyakit DBD.

Sejak serangan nyamuk deman berdarah ini, pemerintah kabupaten Kaimana, melaui Dinas Kesehatan, menurut Andry, respon pemerintah baru melakukan tindakan pencegahan agar nyamuk ini tidak meluas dengan cara penyemprotan untuk membasmi nyamuk di Ibu Kota Kabupaten Kaimana.

Meski tindakan itu sudah bagus, pemerintah mestinya sudah melakukan ini sejak sebulan lalu ketika mendeteksi adanya deman berdarah, bukan nanti korbannya banyak lalu baru melakukan pencegahan.

Sampai sejauh ini, Andry melanjutkan, pemerintah setempat belum mengambil tindakan tetang pengobatan korban yang saat berjatuhan di Kaimana. Terhadap langkah pemerintah ini, Andry sangat menyesalkan. Padahal serangan ini sudah berlasung sebulan lebih.

“Apakah pemerintah menunggu korban meninggal dunia, lalu mereka mengambil tindakan pengobatan?” tanyanya.

Menurut Harli Muin, DPP JNIB pusat, mestinya pemerintah dengan 30 korban, memasukkan Kaimana sebagai darurat dalam halepi demi penyakit berbahya. Negara, yang diwakili pemerintah Kaimana, sepertinya tidak hadir ketika warga negara membutuhkan kehadirannya.

Oleh karena itu, DPD JNIB Papua Barat  dan DPC JNIB Kaimana, sebagai relawan Jokowi-JK mendesak pemerintah segera merespon dengan cepat wabah demam berdarah  yang menyerang Papua Barat — dengan mengambil tindakan nyata seperti menyatakan Kabupaten Kaimana sebagai  status Kejadian Luar Biasa DBD (KLB-DBD), dan mengambil langkah pengobatan dan pencegahan dengan segara.*

 

 

 

 

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ribuan Warga Terdampak Banjir Bandang Masamba Sulsel

Ribuan Warga Terdampak Banjir Bandang Masamba Sulsel

57 Ormas Islam di Jawa Timur Tolak Acara Miss World

57 Ormas Islam di Jawa Timur Tolak Acara Miss World

Warga Gabungan se-Jatim Tuntut Pembongkaran Patung Dewa Perang China di Tuban

Warga Gabungan se-Jatim Tuntut Pembongkaran Patung Dewa Perang China di Tuban

Konstitusi Membolehkan Pilkada Tidak Langsung

Konstitusi Membolehkan Pilkada Tidak Langsung

KAMMI Dukung Komnas HAM Investigasi Tragedi Penembakan Anggota FPI

KAMMI Dukung Komnas HAM Investigasi Tragedi Penembakan Anggota FPI

Baca Juga

Berita Lainnya