Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Anggota Komisi I DPR Dukung Diplomasi RI Damaikan Arab Saudi-Iran

Anggota Komisi I Bidang Luar Negeri DPR RI, Ahmad Zainuddin
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah Indonesia melakukan kebijakan proaktif melalui upaya diplomatik untuk mendamaikan konflik antara Arab Saudi dengan Iran. Upaya diplomasi juga dilakukan terhadap Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Amerika Serikat yang berpengaruh besar di kawasan.

Anggota Komisi I Bidang Luar Negeri DPR RI, Ahmad Zainuddin mendukung penuh langkah diplomasi Indonesia dalam menengahi konflik di Timur Tengah saat ini. Menurutnya, sikap tersebut sesuai dengan amanah UUD di mana Indonesia harus terlibat aktif dalam upaya mewujudkan ketertiban dunia.

Terlebih menurut Zainuddin, Indonesia merupakan negara demokrasi muslim terbesar di dunia. Sehingga sudah seharusnya memberikan pengaruhnya sebagai mayoritas muslim moderat kepada dunia Islam.

“Harusnya seperti itulah Indonesia berperan terkait konflik-konflik yang ada di luar negeri. Umat Islam di sini saya yakin juga mendukung penuh sikap Pemerintah Indonesia. Indonesia harus berperan besar dalam perdamaian dunia, khususnya dunia Islam,” ujar Zainuddin dalam rilisnya hari Rabu (06/01/2016).

Menurut Wakil Ketua FPKS MPR RI ini, konflik di Timur Tengah menjadi episentrum masalah global dan dunia Islam. Karena itu, diplomasi yang dilakukan pemerintah sebaiknya tidak hanya meminta kepada masing-masing pihak berkonflik untuk menahan diri. Namun Indonesia perlu memberikan tawaran ataupun solusi alternatif yang menguntungkan dan dapat diterima kedua pihak.

Pria jebolan LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam-Arab) ini menambahkan, Arab Saudi dan Iran merupakan dua negara dengan kekuatan militer terkuat di kawasan Timur Tengah. Konflik keduanya dapat mempengaruhi dunia Islam secara umum, baik di Timur Tengah sendiri maupun di kawasan lainnya. Sebab, menurut Zainuddin, konflik Arab Saudi-Iran menggambarkan perseteruan Sunni-Syiah yang berakar sejarah sangat lama.

Zainuddin mengingatkan, saat terjadi perang Iraq-Iran tahun 1980an, dampak konflik Sunni-Syiah juga menyebar di wilayah lain di dunia Islam. Negara-negara yang berseteru mempunyai sekutu masing-masing di Timur Tengah. Iraq di bawah Saddam Husein saat itu menjadi ikon bagi negara Sunni.

Penyelesaiaan Arab Saudi-Iran penting dilakukan pemerintah, lanjut Zainuddin, agar tidak berdampak kepada stabilitas kerukunan umat Islam di Tanah Air yang selama ini terjaga.

“Pemerintah juga harus mengambil langkah-langkah antisipatif ke dalam negeri, karena umat Syiah di Indonesia juga tidak sedikit. Persatuan umat dan NKRI harus dikedepankan,” jelasnya.

Zainuddin juga mengapresiasi sikap tegas Indonesia yang tidak bergabung ke dalam aliansi militer bentukan Arab Saudi untuk menangani terorisme. Menurutnya, keterlibatan dalam aliansi-aliansi militer seperti yang dibentuk Arab Saudi bertentangan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang ‘Bebas-Aktif’.

“Justru seharusnya Indonesia yang membangun aliansi khas di dunia Islam dalam menangani terorisme. Karena kita muslim terbesar,” pungkasnya.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Silatnas IKADI 2018, Jatim Mengutus 25 Kafilah

Silatnas IKADI 2018, Jatim Mengutus 25 Kafilah

KPID Beri Sanksi Metro TV atas Pemberitaan Tak Berimbang

KPID Beri Sanksi Metro TV atas Pemberitaan Tak Berimbang

Din: Fatwa Haram Infotainment Karena Kontennya

Din: Fatwa Haram Infotainment Karena Kontennya

BJ Habibie Meninggal Dunia

BJ Habibie Meninggal Dunia

Hendardi: Penembakan Saat Shalat Melanggar HAM

Hendardi: Penembakan Saat Shalat Melanggar HAM

Baca Juga

Berita Lainnya