Dompet Dakwah Media

Dorong Perekonomian Indonesia, Bank Syariah Mandiri Gelar Santripreneur Award 2015

tahun 2015 ini merupakan tahun pertama penyelenggaraan BSM Santripreneur Award dan mungkin masih banyak hal yang bisa dilakukan BSM agar menjadi ajang yang lebih baik lagi pada masa mendatang.

Dorong Perekonomian Indonesia, Bank Syariah Mandiri Gelar Santripreneur Award 2015
Dari 30 nominasi tersebut dipilih sebanyak 3 santri favorit sebagai juara dan 15 santri sebagai nominator sesuai dengan kategori masing-masing

Terkait

Hidayatullah.com- Bank Syariah Mandiri (BSM) bekerjasama dengan Rumah Enterpreneur Indonesia menyelenggarakan acara penganugerahan bagi para pemenang ajang BSM Santripreneur Award di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Kamis (31/12/2015).

Dalam sambutannya, Direktur Utama BSM Agus Sudiarto mengatakan bahwa gagasan seperti BSM Santripreneur Award muncul sejak tahun lalu ketika penyelenggaraan sebuah acara Islamic Syariah di Surabaya. Di mana saat itu datang ide dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menandantangi MoU dengan pesantren.

“Dan beberapa waktu yang lalu, Gus Ut (REI) datang ke kantor BSM untuk mendiskusikan ide itu hingga akhirnya lahirlah ajang BSM Santripreneur Award 2015 ini,” kata Agus di hadapan tamu undangan dan 30 nominator  yang akan dipilih sebagai 3 pemenang utama dan 15 nominator.

Agus mengugkapkan bahwa ajang BSM Santripreneur Award didedikasikan tidak hanya semata-mata untuk mendorong ekonomi di Indonesia tetapi juga secara khusus ekonomi yang digerakkan oleh para enterpreneur muda yang berbasis pesantren. Meskipun ke depan nanti tidak hanya berbasis pesantren tetapi akan menjadi branding khusus bagi BSM.

“Kalau di Bank Mandiri ada ajang Wirausaha Muda Mandiri, maka di BSM ada ajang Santripreneur Award,” kata Agus.

Lebih lanjut, dikatakan Agus, tahun 2015 ini merupakan tahun pertama penyelenggaraan BSM Santripreneur Award dan mungkin masih banyak hal yang bisa dilakukan BSM agar menjadi ajang yang lebih baik lagi pada masa mendatang.

“Untuk event yang pertama ini kami ambil tiga kategori yaitu industri jasa, boga dan kreatif,” jelas Agus.

Agus mengaku sangat bersyukur sebab animo masyarakat terhadap ajang BSM Santripreneur Award ini sangat baik. Ia menyebutkan ada sekitar 1226 peminat dan terakhir dipilih sebanyak 30 nominator yang selama satu bulan mengikuti proses penyeleksian oleh para juri.

“Dan pada acara penganugerahan ini dipilih 3 pemenang dan 15 nominator dari masing-masing kategori,” ujar Agus.

Ajang BSM Santripreneur Award ini, kata Agus, disuport penuh oleh BSM karena sejalan dengan visi dan misi BSM, yang mana salah satunya adalah membangun dan mengembangkan perekonomian Indonesia atas dasar nilai-nilai syariah Universal.

“Dan terakhir saya ucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran panitia dan wabilkhusus Gus Ut yang bersama-sama BSM menyelenggarakan acara ini dengan sangat baik. Semoga acara ini bisa mendapat barokah dan menjadi sumbangsih kami kepada negeri,” tutup Agus mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, KH. Ahmad Sugeng Utomo dari REI yang juga merupakan penggagas ajang BSM Santripreneur Award 2015 mengaku bangga dengan munculnya para santri yang berjiwa entrepreneurship (wirausaha,red).

“Santri-santri ini memang harus kita kasih penghargaan. Sebab mereka inilah yang ternyata membuka lapangan pekerjaan baru di Indonesia,” kata lelaki yang akrab disapa Gus Ut.

Gus Ut menyebutkan saat ini ada sekitar 9,1 juta santri di Indonesia yang sudah siap bekerja. Ia menanyakan, “Lantas siapa yang akan memberikan pekerjaan kepada para santri tersebut? Apakah pemerintah? Tentu tidak, karena tugas pemerintah hanya menfasilitasi. Tetapi di situlah tugasnya enterpreneur yang kita sebut santripreneur. Santripreneur inilah yang akan menerima pencari kerja dengan menyediakan lapangan pekerjaan.”

“Maka, sudah sepatutnya kita ucapkan terimakasih kepada santripreneur. Semoga ke depan mereka semakin bertambah banyak dan bisa membantu menggerakkan ekonomi negeri sehingga menjadikan Indonesia negeri yang mandiri dan tidak dikuasai asing,” ujar Gus Ut.

Gus Ut menambahkan bahwa kewirausahaan di pesantren sudah ada sejak dulu, di mana para kyai di pesantren selalu mendidik santrinya untuk menjadi enterpreneur. Menurutnya enterpreneur itu artinya dari yang tidak ada menjadi ada, sebagaimana kyai yang juga bisa disebut sebagai entrepreneur.

“Saya ingin menghimbau sekali lagi, santripreneur ini bukan hanya untuk kalangan santri semata, tetapi untuk negara dan bangsa Indonesia,” tutup pengasuh Ponpes Darul Ulum Wal Hikam Giwangan Yogyakarta.*

Rep: Achmad Fazeri

Editor: Cholis Akbar

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !