MUI Setuju Produsen ‘Terompet al-Qur’an’ Dipidanakan

Ma’ruf menganatakan jika terompet dari sampul al-Qur’an saja tidak boleh, apalagi membeli dan meniupnya saat Tahun Baru 2016 nanti.

MUI Setuju Produsen ‘Terompet al-Qur’an’ Dipidanakan
detik.com

Terkait

Hidayatullah.com- Terkait pembuatan terompet dari sampul Al Qur’an, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai hal itu sebagai pelecehan tehadap Islam.

Supaya ada efek jera, MUI mendesak aparat penegak hukum maupun pihak yang terkait agar tegas menindak para pelaku yang jelas sengaja melakukan pelecehan terhadap Islam.

Demikian disampaikan Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin dalam jumpa pers yang digelar di Gedung MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Selasa (28/12) siang.

Selain itu, MUI mengecam pihak-pihak yang menyalahgunakan simbol-simbol agama Islam, sebagaimana pembuatan terompet yang menggunakan sampul al-Qur’an, maupun sandal bermotif tulisan Allah, celana jens bertuliskan surat al-Ikhlas, kerudung bermotif wanita telanjang dan lain sebagainya.

Ma’ruf mengaku kalau MUI sudah melaporkan pihak yang membuat terompet bersampul Qur’an kepada pihak Kepolisian di Jawa Tengah supaya dipidanakan. Menurutnya, para pelaku pembuat terompet dengan sampul Al Qur’an itu bisa dikenai pasal tentang penodaan, penistaan dan penghinaan agama.

“Saya kira orang yang membuat terompet dari sampul al-Qur’an itu disengaja dan orang yang membuat terompet itu tahu bahwa sampulnya adalah Al Qur’an,” kata Ma’ruf.

Ketika ditanya, kenapa akhir-akhir ini banyak yang melecehkan Islam, Ma’ruf menjelaskan, kalau ada pihak-pihak yang ingin memancing kemarahan umat Islam, bahkan ada upaya untuk menciptakan kegaduhan, di mana agama dipakai sebagai alat untuk menimbulkan konflik. .

“Supaya tidak terulang, MUI menuntut aparat penegak hukum agar bertindak secara tegas, dengan memberi sanksi hukuman yang berat. Sebab jika tidak ditindak, bisa-bisa terulang lagi. MUI yang pasti akan mempantau terus penodaan dan penistaan terhadap Islam di masa yang akan datang,” ujar Ma’ruf.

Ma’ruf menganatakan jika terompet dari sampul al-Qur’an saja tidak boleh, apalagi membeli dan meniupnya saat Tahun Baru 2016 nanti.

“Lagipula apa manfaatnya bagi umat Islam meniup terompet di Tahun Baru. Lebih baik diisi dengan kegiatan yang positif,” tutup Rais Aam PBNU ini.*

Rep: Achmad Fazeri

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !